Justin Sun Gugat WLFI karena Token Dibekukan Secara ilegal

Justin Sun, pendiri proyek blockchain Tron, menggugat World Liberty Financial (WLFI) di pengadilan federal California. Ia menuduh perusahaan yang terkait dengan mantan Presiden AS Donald Trump tersebut secara ilegal membekukan token WLFI miliknya senilai $45 juta.

Dalam gugatannya, Sun menyebutkan berbagai pelanggaran kontrak, pengayaan tidak sah, representasi palsu, dan konversi aset. Ia juga menegaskan bahwa WLFI berusaha menekannya untuk menanamkan modal tambahan dengan memanfaatkan hak propertinya sebagai alat tawar.

“Saya telah mencoba meyakinkan WLFI untuk membuka token saya, namun tidak berhasil. Saya tidak punya pilihan selain menempuh jalur hukum.” — Justin Sun, melalui unggahan di X (Twitter), 22 April 2026

Investor WLFI Siap Bantu Penyelesaian Tanpa Litigasi Panjang

Sameer Group LLC, perusahaan investasi yang berinvestasi $25 juta dalam ICO WLFI, menyatakan siap membantu menyelesaikan sengketa ini. CEO Sameer Group, Syed Sameer, mengatakan pihaknya siap menjadi mediator untuk membuka token Sun tanpa melalui proses hukum yang panjang.

“Kami siap dan bersedia memfasilitasi penyelesaian adil untuk situasi ini dan memastikan token Anda dapat diakses kembali. Mitra institusional kami di UEA juga akan bekerja untuk menghindari litigasi yang berkepanjangan.” — Syed Sameer, CEO Sameer Group LLC

WLFI Diduga Manfaatkan Citra Trump untuk Keuntungan Pribadi

Gugatan Sun juga menyebutkan bahwa pihak WLFI, termasuk Chase Herro, melihat proyek ini sebagai kesempatan untuk memanfaatkan citra Trump guna melakukan penipuan. Ia menuduh WLFI mencoba menekannya dengan mengancam untuk membakar token miliknya melalui proposal tata kelola yang tidak dapat ia ikuti.

WLFI sendiri memiliki hubungan erat dengan keluarga Trump. Donald Trump disebut sebagai “pengacara crypto utama” perusahaan, sementara putra-putranya—Eric, Donald Jr, dan Barron—terdaftar sebagai co-founder. Mereka sebelumnya juga menjabat sebagai duta besar web3.

Sun Tetap Dukung Trump Meski Terjadi Sengketa

Meskipun terlibat sengketa hukum, Sun menegaskan bahwa ia tetap menjadi pendukung setia Presiden Trump. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa gugatan ini tidak mengubah pandangannya terhadap Trump atau pemerintahannya.

“Saya tetap menjadi pendukung yang gigih terhadap Presiden Trump dan upaya pemerintahannya untuk menjadikan Amerika lebih ramah terhadap crypto.” — Justin Sun

Kekhawatiran atas Tata Kelola dan Ancaman Pembakaran Token

Sun juga mengungkapkan kekhawatirannya karena WLFI memblokirnya dari voting tata kelola setelah tokennya dibekukan melalui pembaruan kontrak pintar yang dirahasiakan. Ia takut WLFI akan melaksanakan ancaman untuk membakar token miliknya melalui proposal tata kelola lain yang tidak dapat ia ikuti.

Gugatan ini juga mencakup tuduhan pencemaran nama baik, di mana WLFI dituduh menuduh Sun melakukan pencurian dan penyalahgunaan token.

Sumber: Protos