Iran Putuskan Mundur dari Pembicaraan dengan AS

Iran secara resmi mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi dengan Amerika Serikat menyusul penyitaan kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz. Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa AS telah melanggar gencatan senjata sejak awal pelaksanaannya.

"Sementara AS mengklaim siap berdiplomasi, tindakan yang dilakukan tidak menunjukkan keseriusan dalam mengejar proses diplomatik," kata Baghaei dalam pernyataan resmi pada Senin (12/8).

Trump Klaim Keberhasilan Operasi Penyitaan

Presiden AS, Donald Trump, membagikan pencapaian tersebut di platform Truth Social. Ia menyatakan kapal kargo Iran bernama Touska dicegat oleh destroyer USS Spruance di Teluk Oman. "Kami menghentikan mereka dengan menembus ruang mesin kapal," tulis Trump.

Kapal tersebut kini dikuasai Marinir AS dan diklaim telah dikenai sanksi Departemen Keuangan karena aktivitas ilegal. Gencatan senjata dua minggu antara Iran dan AS akan berakhir pada Rabu (14/8).

Ancaman terhadap Prospek Negosiasi

Seorang sumber senior Iran kepada Reuters mengungkapkan bahwa blokade pelabuhan Iran oleh AS telah melemahkan prospek negosiasi. Lebih lanjut, Iran menegaskan tidak akan membahas isu-isu seperti kapabilitas pertahanan, termasuk rudal.

Delegasi AS ke Pakistan untuk Pembicaraan

Sementara itu, AS mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, yang terdiri atas Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Pakistan telah menyiapkan 20.000 personel gabungan polisi, paramiliter, dan militer untuk menjaga keamanan pembicaraan.

Namun, semua persiapan itu bisa sia-sia jika gencatan senjata gagal dan Iran tetap menolak berpartisipasi dalam negosiasi.