Joe Scarborough, pembawa acara Morning Joe dan mantan anggota Kongres Partai Republik asal Florida, melancarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Donald Trump pada Kamis (12/9). Ia menegaskan, tidak ada satu pun yang konservatif dari pemerintahan ini.

Rating Trump Merosot, Kebijakan Perang Jadi Penyebab

Scarborough menyoroti rating persetujuan publik Trump yang kini berada di angka rendah, sekitar 30 persen. Menurutnya, penurunan ini disebabkan oleh kebijakan perang yang justru ditentang oleh figur-figur kunci Partai Republik, termasuk Wakil Presiden JD Vance.

"Donald Trump mengatakan Kamala Harris akan membawa kita ke perang. Tapi nyatanya, dialah yang sudah memulainya," ujar Scarborough.

Intervensi Ekonomi Melanggar Prinsip Konservatif

Tak hanya soal perang, Scarborough juga mengkritik pemerintahan Trump karena melakukan intervensi besar-besaran terhadap perusahaan swasta. Ia menyebutkan sejumlah perusahaan seperti Westinghouse, Intel, dan U.S. Steel yang menerima dukungan finansial dari pemerintah federal.

"Mereka mensosialisasikan Spirit Airlines, Westinghouse, Intel, U.S. Steel. Sungguh luar biasa bahwa ini berasal dari pemerintahan yang mengaku konservatif," kata Scarborough.

Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip konservatif yang telah dipegang selama lebih dari 200 tahun. "Tidak ada yang konservatif dari pemerintahan ini. Tidak ada yang konservatif dari Partai Republik saat ini," tegasnya.

Kebijakan Perang Iran Dinilai Ceroboh

Scarborough juga mengecam pemerintahan Trump karena memulai perang dengan Iran tanpa mempertimbangkan dampak strategis. Ia menyebutkan bahwa sejak 1979, Strait of Hormuz telah menjadi titik rawan dalam konflik dengan Iran.

"Semua orang tahu sejak 1979 bahwa jika Anda melawan Iran, Strait of Hormuz akan menjadi masalah besar. Alih-alih mendengarkan para ahli militer terbaik saat ini maupun sepanjang sejarah, Trump justru mendengarkan Pete Hegseth, Benjamin Netanyahu, dan Lindsey Graham. Itu adalah kombinasi yang buruk,"
ujar Scarborough.

Ia menambahkan, banyak pemimpin militer yang telah memperingatkan Trump untuk tidak mengikuti saran tersebut. "Mereka bilang, 'Jangan dengarkan mereka. Ini lebih sulit daripada yang mereka katakan.' Tapi sekarang kita terjebak," katanya.

Saat ini, AS menghadapi kebuntuan karena Iran menolak membuka Strait of Hormuz sesuai keinginan AS. "Kita tidak bisa keluar sampai Strait terbuka, dan Iran tidak berniat membukanya dengan syarat kita," pungkas Scarborough.

Reaksi dan Dampak Kritik Scarborough

Kritik keras Scarborough ini menambah sorotan terhadap pemerintahan Trump yang semakin tertekan akibat kebijakan kontroversialnya. Rating yang rendah dan perlawanan dari internal partainya sendiri menunjukkan ketidakpuasan yang meluas.

Anda dapat menyaksikan segmen lengkap Morning Joe melalui tautan di bawah ini.

Sumber: The Wrap