Sebuah kelompok aktivis AIDS resmi menggugat pemerintahan mantan Presiden Donald Trump karena gagal mengungkapkan perjanjian riset dan pengembangan yang menjadi dasar penyelesaian sengketa paten obat pencegah HIV antara pemerintah Amerika Serikat dan Gilead Sciences.
Penyelesaian sengketa ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan enam tahun lalu oleh pemerintah Trump melalui Centers for Disease Control and Prevention (CDC). CDC menuding Gilead Sciences melanggar hak paten atas kontribusi lembaga tersebut dalam riset yang mendukung pengembangan dua obat HIV, yaitu Truvada dan Descovy.
Menurut pemerintah, Gilead Sciences mengabaikan peran penting para ilmuwan CDC dalam pengembangan obat-obatan tersebut. Perusahaan itu juga diduga membesar-besarkan kontribusinya sendiri serta menolak menandatangani perjanjian lisensi meskipun telah dilakukan berbagai upaya negosiasi. Gilead dilaporkan telah meraup keuntungan ratusan juta dolar dari riset yang sebagian besar didanai oleh pajak warga AS.
Kelompok aktivis yang menggugat pemerintah menilai kegagalan mengungkapkan perjanjian tersebut melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Mereka menuntut agar pemerintah segera membuka seluruh dokumen terkait kerja sama tersebut untuk memastikan keadilan bagi kontribusi publik dalam pengembangan obat-obatan penting.