The Devil Wears Prada bukan sekadar film biasa. Sejak dirilis pada 2006, film ini mengubah hidup banyak orang, menjadi ikon budaya pop, dan meninggalkan jejak yang tak tergantikan. Kini, setelah 20 tahun, sekuelnya akhirnya hadir di bioskop. Bagaimana perjalanan film ini dari status 'tak tersentuh' menjadi sebuah kelanjutan yang dinanti?

Dari 'Tak Tersentuh' Menjadi Sekuel yang Dinanti

"Film-film tertentu itu suci," kata Aline Brosh McKenna, penulis skenario The Devil Wears Prada, kepada TheWrap. "Mereka hadir, mengubah hidup, menjadi bagian budaya pop, dan harus dibiarkan begitu demi kebaikan bersama." Begitulah pandangan banyak pihak terhadap film ini selama bertahun-tahun. Bahkan, para pembuatnya pun enggan membicarakan sekuel, meski desakan penggemar terus mengalir.

Namun, semua berubah ketika McKenna menyadari perubahan besar dalam dunia jurnalisme, penerbitan, media, dan mode yang semakin kompetitif. Ia mulai berpikir tentang nasib karakter-karakter dalam film tersebut. "Dunia telah berubah begitu drastis," ujarnya. "Saya penasaran, bagaimana kehidupan mereka sekarang?"

Kunci Kesuksesan: Tim yang Sama dan Visi yang Jelas

Sekuel The Devil Wears Prada akhirnya terwujud berkat kombinasi faktor kunci: tim yang sama dan visi yang matang. Sutradara David Frankel, penulis skenario Aline Brosh McKenna, serta para pemeran utama seperti Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt kembali terlibat. "Karena kami bekerja dengan orang-orang yang sama, rasanya tidak lagi 'tak tersentuh'," jelas McKenna.

Film asli, yang dirilis dengan anggaran $35 juta, sukses besar dengan pendapatan kotor $326,6 juta di seluruh dunia. Film ini tidak hanya meluncurkan karier Emily Blunt, tetapi juga menjadi titik balik bagi Anne Hathaway dan membuktikan daya tarik Meryl Streep di box office. "Film ini menjadi begitu melekat dalam kehidupan orang-orang," kata McKenna. "Mereka menontonnya di TV dan merasa terhubung dengannya."

Perjalanan Menuju Sekuel: Dari Ide hingga Realisasi

Proses pembuatan sekuel ini dimulai ketika McKenna menyadari perubahan besar dalam industri yang dulu menjadi latar belakang film tersebut. Ia mulai mendekati Frankel, dan keduanya mendapat kabar bahwa Streep bersedia mendengarkan ide sekuel. Pada Mei 2024, mereka bertemu dengan Streep, dan McKenna menyelesaikan naskahnya pada Desember tahun yang sama. Hanya dalam waktu 10 hari, proyek ini resmi diumumkan.

"Kami tahu ini adalah kesempatan langka," kata McKenna. "Ketika semua unsur kunci—tim yang sama, cerita yang relevan, dan dukungan dari para pemeran—berada di tempat yang tepat, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan."

Harapan dan Tantangan di Era Modern

Membuat sekuel dari film kultus seperti The Devil Wears Prada tentu bukan tugas mudah. McKenna menyadari bahwa dunia saat ini jauh berbeda dari 20 tahun lalu. "Dulu, film bisa menjadi fenomena tanpa disengaja. Sekarang, semuanya lebih terencana," ujarnya. Namun, justru karena perubahan itulah sekuel ini terasa begitu penting. Ia menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi karakter-karakter favorit penggemar dalam konteks yang lebih modern.

Dengan kembalinya karakter-karakter ikonik seperti Andy Sachs (Anne Hathaway) ke Runway Magazine, serta kehadiran kembali Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, sekuel ini diharapkan mampu memenuhi harapan penggemar sekaligus memberikan perspektif baru tentang dunia mode dan jurnalisme.

"Film ini bukan sekadar tentang mode atau karier. Ia tentang perjuangan, pertumbuhan, dan hubungan manusia yang abadi," kata McKenna. "Itulah yang membuatnya tetap relevan hingga hari ini."

Daftar Pemeran Kunci dalam Sekuel

  • Anne Hathaway sebagai Andy Sachs
  • Meryl Streep sebagai Miranda Priestly
  • Emily Blunt sebagai Emily Charlton
  • Stanley Tucci sebagai Nigel Kipling
  • Sutradara: David Frankel
  • Penulis skenario: Aline Brosh McKenna

Dengan segala persiapan dan antusiasme yang ada, The Devil Wears Prada 2 siap untuk kembali menghipnotis penonton dan membuktikan bahwa beberapa warisan tak lekang oleh waktu.

Sumber: The Wrap