WASHINGTON — Ketegangan di dalam Komite Nasional Demokrat (DNC) semakin memanas menyusul kinerja Ketua DNC Ken Martin yang dianggap gagal dalam mengelola keuangan dan kepercayaan publik terhadap partai. Kritik keras terhadap Martin mencuat setelah ia tampil di podcast Pod Save America untuk membela diri dari tuduhan tidak memenuhi janji menerbitkan laporan pasca-pemilu 2024, serta kegagalan dalam penggalangan dana dan pengelolaan anggaran.
Menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan internal DNC, beberapa anggota partai bahkan telah membahas kemungkinan memaksa Martin mundur. Namun, rencana tersebut tertunda karena belum ditemukan calon pengganti yang bersedia mengambil alih posisi tersebut.
Ketidakpastian ini memicu kepanikan di kalangan pemimpin partai, yang kini mempertimbangkan langkah-langkah keras, seperti mendorong resolusi untuk membatasi pengeluaran DNC dan menyeimbangkan anggaran. Jesse Lehrich, seorang ahli strategi Demokrat yang tidak terlibat dalam pembicaraan internal, menyatakan bahwa tugas ini sangat berat, apalagi bagi Martin.
“Saya rasa itu pekerjaan yang sangat sulit, siapa pun yang memegangnya. Tapi Martin tampaknya tidak cocok untuk tugas ini,” kata Lehrich. “Wawancaranya di Pod Save America sungguh mengejutkan.”
Kritik terhadap Martin tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Sebagai partai oposisi yang ingin menunjukkan kekuatannya, DNC secara alami menuntut kepemimpinan yang lebih tegas. Namun, banyak masalah yang seharusnya bisa dikendalikan oleh Martin. Sejak 2025, DNC telah menghabiskan lebih banyak dana daripada yang berhasil dikumpulkan, dengan utang jauh melebihi kas yang tersedia. Komite Nasional Republik (RNC) bahkan memiliki keunggulan dana tujuh banding satu dibandingkan DNC.
Pada Oktober 2024, Martin mengambil pinjaman senilai $15 juta menjelang pemilu di Virginia dan New Jersey. Beberapa pihak yang mengetahui kondisi keuangan DNC menyebut situasi ini sangat kritis. Martin kemungkinan harus mengambil keputusan sulit musim panas ini: mengambil pinjaman lagi atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap staf.
Selama wawancara di Pod Save America, Martin bahkan menyebut tuduhan akan adanya PHK sebagai “omong kosong”. Namun, seorang anggota DNC yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Kegagalan terbesar Martin adalah ketidakmampuannya mengelola anggaran. Membawa DNC ke dalam kondisi keuangan yang buruk menjelang pemilihan presiden yang sangat kompetitif adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak dewasa.”