Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat, Brendan Carr, dikabarkan akan hadir dalam acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih (White House Correspondents’ Dinner) pada Sabtu malam. Kehadirannya menempatkan dirinya di ruangan yang sama dengan para wartawan yang selama ini diselidiki olehnya.
Carr baru-baru ini sempat menyatakan bahwa mantan Presiden Donald Trump tengah 'menang' melawan media yang dianggapnya sebagai 'berita palsu'. Namun, ia kini justru hadir dalam acara yang melibatkan banyak media yang pernah diselidikinya.
Menurut laporan Status, Carr menyatakan bahwa ia tidak akan duduk bersama CBS News, yang telah mengundang Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan penasihat utama Trump, Stephen Miller. Namun, perusahaan induk CBS, Paramount milik David Ellison, diketahui telah mengundang Carr untuk bergabung di salah satu meja mereka.
Belum ada tanggapan resmi dari juru bicara Paramount maupun FCC mengenai kehadiran dan penerimaan undangan Carr. Saat ini, tidak ada konfirmasi apakah Carr benar-benar akan hadir.
Sejarah Penyelidikan terhadap Media
Selama menjabat sebagai pejabat penegak media utama pemerintahan Trump, Carr kerap mengancam perusahaan media dan hiburan atas kebijakan atau konten yang dianggap bertentangan dengan prioritas Trump. Beberapa tindakannya dalam setahun terakhir meliputi:
- Menyelidiki acara The View milik ABC karena diduga melanggar aturan waktu yang sama (equal-time rule) dalam wawancara dengan calon senator James Talarico;
- Mengancam perusahaan Disney setelah pembawa acara Jimmy Kimmel membuat komentar kontroversial mengenai pembunuhan Charlie Kirk, yang berujung pada pemberhentian sementara Kimmel;
- Meluncurkan investigasi terhadap NPR, PBS, dan sejumlah media lainnya.
Protes dari Ratusan Jurnalis
Kehadiran Carr menuai protes keras dari lebih dari 250 jurnalis. Mereka mengirim surat terbuka kepada Asosiasi Wartawan Gedung Putih pada Senin, mendesak agar acara tersebut 'secara tegas menunjukkan penolakan terhadap upaya Presiden Donald Trump untuk menindas kebebasan pers'. Surat tersebut juga menyebutkan sejumlah serangan Trump terhadap media selama masa jabatannya yang kedua, termasuk investigasi yang dilakukan Carr.
"Kehadiran Carr di acara ini merupakan ironi yang mencolok. Ia adalah simbol dari serangan sistematis terhadap kebebasan pers yang selama ini dilakukan oleh pemerintahan yang didukungnya," tulis para jurnalis dalam surat tersebut.