Lonjakan harga hard drive dan perangkat penyimpanan akibat ledakan pusat data AI membuat biaya arsip digital melambung tinggi. Kondisi ini menyulitkan arsiparis, akademisi, Wikipedia, hingga kolektor data untuk menyimpan dan mengarsipkan konten internet. Beberapa hard drive yang sebelumnya menjadi pilihan organisasi ternama kini sulit ditemukan atau dijual dengan harga sangat tinggi.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga solid-state drive (SSD), hard drive, dan perangkat penyimpanan lainnya—baik untuk konsumen maupun perusahaan—melonjak drastis. Sebagai contoh, SSD eksternal Samsung 2TB yang dibeli dengan harga Rp2,2 juta pada akhir tahun lalu kini dijual seharga Rp8,2 juta. Situs pelacak harga PC Part Picker mencatat kenaikan universal pada harga perangkat penyimpanan sejak Oktober tahun lalu. Banyak perangkat yang harganya naik dua kali lipat atau lebih dari 150%, bahkan beberapa toko kehabisan stok. Pasar sekunder pun muncul, dengan SSD dijual kembali dengan harga selangit di platform seperti eBay.
Brewster Kahle, pendiri Internet Archive dan Wayback Machine—proyek arsip internet terbesar dalam sejarah—mengungkapkan bahwa kenaikan biaya penyimpanan menjadi masalah serius. "Ini adalah masalah nyata yang menghabiskan waktu dan uang kami," kata Kahle. "Kami kesulitan mendapatkan hard drive berkapasitas 28-30TB dengan harga wajar. Setiap hari, kami mengumpulkan lebih dari 100 terabyte data baru, sementara 210 petabyte data sudah tersimpan dan membutuhkan perawatan serta peningkatan kapasitas secara terus-menerus."
Kahle juga mengungkapkan bahwa meskipun komunitas donatur tetap aktif mendukung Internet Archive, bantuan dari produsen hard drive sangat dibutuhkan. "Kami selalu mencari cara untuk mengatasi kendala ini, tetapi dampaknya terhadap waktu dan biaya sangat nyata," tambahnya.
Wikipedia dan Wikimedia Foundation Juga Terpengaruh
Wikimedia Foundation, yang mengelola Wikipedia dan proyek lainnya seperti Wikimedia Commons, mengakui bahwa kenaikan biaya penyimpanan juga menjadi perhatian serius. "Dengan lebih dari 65 juta artikel di Wikipedia saja, akses terhadap kapasitas server dan penyimpanan sangat vital bagi kami," kata juru bicara Wikimedia Foundation. "Sejak akhir 2023, kami melihat lonjakan harga yang mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya pada pembelian memori dan hard drive, tetapi juga pada waktu tunggu pengiriman server serta kapasitas pemesanan di masa depan."
Sebagai organisasi nirlaba, Wikimedia Foundation harus mengalokasikan anggaran dengan sangat hati-hati. Mereka mengelola data center sendiri untuk melayani pengguna di seluruh dunia dan terus mencari solusi untuk memprioritaskan investasi secara efisien.
"Kenaikan biaya penyimpanan ini menjadi tantangan besar bagi semua pihak di industri ini, termasuk organisasi nirlaba seperti kami. Kami berupaya mencari cara untuk tetap beroperasi tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada pengguna," jelas juru bicara Wikimedia Foundation.