Met Gala 2026: Malam Mode yang Dibayangi Kontroversi

Malam mode terbesar di dunia, Met Gala, kembali digelar di New York City malam ini (Senin, 4 Mei). Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Metropolitan Museum of Art ini telah menjadi simbol status dan kemewahan, dengan tiket senilai $100.000 per orang. Namun, tahun ini, sorotan justru tertuju pada sponsor utama yang dipilih: Jeff Bezos dan Lauren Sánchez.

Protes Aktivis Melawan Sponsor Kontroversial

Sebelum acara dimulai, kelompok aktivis asal Inggris, Everyone Hates Elon, melancarkan berbagai aksi protes di seluruh New York untuk menentang keterlibatan Bezos dan Sánchez. Mereka menargetkan iklan publik dan ruang publik dengan pesan-pesan kritis yang menyindir hubungan bisnis Bezos dengan lembaga pemerintah.

Salah satu aksi yang viral adalah poster di halte bus yang dimodifikasi. Poster tersebut menampilkan gambar Bezos dengan gelas sampanye, mirip dengan adegan dalam film The Great Gatsby, dengan tulisan: "The Bezos Met Gala invites you to party like it’s 1939". Di bawahnya, terdapat tulisan "willful ignorance" sebagai kode berpakaian yang disarankan.

Di dalam kereta subway, aktivis menempelkan poster berwarna merah mirip dengan logo Met, dengan tulisan: "Jeff Bezos Proudly Presents the Met x enabling ICE". Ini merujuk pada dukungan Amazon terhadap ICE (Immigration and Customs Enforcement), yang menggunakan layanan cloud Amazon AWS.

Di depan gedung Met, aktivis memasang papan bertuliskan "Met Gala VIP Toilet", yang tampak seperti tanda resmi namun sebenarnya menyindir tuntutan hukum terhadap Amazon. Papan tersebut menyebutkan: "Go ahead, it’s good enough for his staff", merujuk pada klaim bahwa karyawan Amazon terpaksa buang air kecil di botol karena kondisi kerja yang buruk.

Protes Masuk ke dalam Museum

Kreativitas protes bahkan menjangkau bagian dalam museum. Di toko cenderamata Met, aktivis memasang barang dagangan palsu, seperti piring hias bertuliskan "The Bezos Met Gala" dengan slogan seperti "the world’s most expensive midlife crisis" dan "from the man whose servers power ICE".

Siapa Everyone Hates Elon?

Meskipun namanya mengacu pada Elon Musk, kelompok aktivis ini justru lebih fokus pada kritik terhadap miliarder secara umum, termasuk Jeff Bezos. Mereka dikenal dengan aksi-aksi kecil yang menyasar figur kaya raya, seperti menutupi Piazza San Marco di Venesia dengan spanduk besar untuk menentang pernikahan kontroversial Bezos tahun lalu.

Met Gala tahun ini tetap akan digelar dengan penuh kemewahan, tetapi protes ini menambah catatan kritis terhadap acara yang selama ini identik dengan glamour dan ekslusivitas.

"Kami tidak hanya ingin mengkritik satu miliarder, tetapi sistem yang memungkinkan mereka membeli pengaruh dan legitimasi melalui acara-acara semacam ini," ujar juru bicara kelompok aktivis.

Dampak terhadap Acara

Belum jelas apakah protes ini akan memengaruhi kehadiran para selebriti atau sponsor lain. Namun, beberapa tokoh terkenal dilaporkan memilih untuk tidak hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kritik terhadap Bezos dan Sánchez.