Nicolle Wallace, pembawa acara Deadline: White House di MSNBC, kembali mengkritik perilaku Donald Trump setelah video diduga menunjukkan presiden Amerika Serikat tersebut tertidur di tengah acara resmi di Ruang Oval.
Dalam episode terbaru programnya, Wallace menanggapi insiden tersebut dengan sindiran tajam. "Presiden mengadakan pertemuan mendesak kemarin dengan kelopak mata belakangnya," ujarnya sambil mengejek. "Siapa yang butuh mesin suara putih atau melatonin kalau ada urusan kebijakan penting yang bisa membuatmu terlelap?"
Wallace melanjutkan, "Bagi kebanyakan orang, solusi untuk sering tertidur di depan publik mungkin adalah tidur lebih nyenyak. Bahkan di tengah perang yang dia mulai sendiri. Tapi tidak demikian dengan Trump."
Menurut Wallace, hanya beberapa jam setelah diduga tertidur, Trump kembali aktif di media sosial antara pukul 00.00 hingga 02.45 dini hari. "Kami mencatat, Trump memposting sebanyak 18 kali dalam periode tersebut. Tak satu pun dari postingan itu mendesak. Semuanya bisa ditunda hingga pagi hari," katanya.
Dalam waktu kurang dari dua menit, Trump diketahui memposting empat kali, termasuk membahas tuduhan pengkhianatan terhadap mantan Presiden Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Wallace juga menyoroti postingan Trump pada pukul 01.13 dini hari yang menuntut agar pemilu 2020 "dihapus permanen dari catatan".
"Trump telah diduga tertidur di acara-acara Gedung Putih beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir," tambah Wallace. "Mungkin itulah sebabnya hasil jajak pendapat terbaru masuk akal. Misalnya, jajak pendapat Fox News yang menunjukkan 55% pemilih terdaftar Amerika Serikat tidak percaya Trump memiliki kesehatan mental yang memadai untuk menjabat sebagai presiden."
Wallace menekankan, "Fakta-fakta ini mungkin hanya dianggap mengganggu jika kita hidup di masa-masa normal. Namun, di akhir minggu kedelapan perang dengan Iran dan di tengah berbagai tantangan ekonomi lainnya, Trump kini menghadapi kritikan yang sama yang selama ini ia dan pendukungnya lontarkan terhadap pendahulunya: bahwa dirinya tidak mampu menjalankan tugas atau bahkan tidak cukup hadir untuk melaksanakannya dengan baik."
Trump sebelumnya mengklaim hanya tidur sekitar empat jam setiap malam. Pernyataan ini seolah didukung oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mengatakan, "Bos saya terjaga sepanjang malam dan mungkin akan menelepon kapan saja. Dia tidur sangat sedikit, mungkin hanya empat jam semalam."
Leavitt menambahkan, "Saya sepertiga usianya dan saja tidak bisa mengimbangi. Saya bilang padanya, 'Saya tidak bisa tidur seperti itu.'"