Barack Obama tertawa saat Stephen Colbert membicarakan kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai presiden. Meskipun demikian, Obama mengakui bahwa Colbert memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan banyak calon lainnya.

Pembicaraan mengenai pencalonan Colbert sebagai presiden muncul dalam episode Selasa acara The Late Show. Colbert bertemu dengan mantan presiden itu di Obama Presidential Center, Chicago, Illinois.

"Saya sedang mencari pekerjaan baru," kata Colbert, merujuk pada berakhirnya acaranya yang akan segera ditutup. "Banyak orang bilang saya sebaiknya mencalonkan diri sebagai presiden."

Obama pun menanggapi dengan mengatakan Colbert memiliki "penampilan" yang cocok untuk menjadi presiden. "Anda punya rambut yang tepat," ujar Obama.

Colbert menyela dengan nada bercanda, "Untuk catatan, saya pikir ini ide yang bodoh. Seberapa bodoh menurut Anda jika orang mengatakan saya harus mencalonkan diri?"

Obama tertawa mendengarnya, lalu melanjutkan, "Biarkan saya mengatakan ini: Saya yakin Anda bisa melakukan pekerjaan jauh lebih baik daripada beberapa orang yang pernah kita lihat."

Saat Colbert bertanya apakah ini merupakan dukungan resmi, Obama menegaskan, "Bukan."

Lihat momen tersebut di bawah ini:

"The bar has changed," ujar Obama, merujuk pada standar calon presiden yang kini semakin rendah. Colbert menyetujui dengan bercanda, "Terkadang, bar untuk menjadi presiden sangat rendah."

Pertemuan ini merupakan cuplikan dari wawancara eksklusif Colbert dan Obama yang akan tayang Selasa malam. Acara ini juga menjadi percakapan televisi terakhir Colbert untuk programnya.

Pada Januari lalu, CBS mengumumkan tanggal penayangan terakhir The Late Show, yaitu 21 Mei. Keputusan ini diambil setelah Colbert mengkritik keras penyelesaian senilai $16 juta antara Paramount dan mantan Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai "suap besar". Meskipun demikian, eksekutif CBS menyatakan bahwa pembatalan acara murni karena alasan finansial.

The Late Show With Stephen Colbert tayang Senin hingga Jumat pukul 23.35 ET di CBS.

Sumber: The Wrap