David Letterman secara terbuka menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan program "The Late Show" yang telah ia pimpin selama 22 tahun. Dalam wawancara terakhirnya dengan Stephen Colbert di acara tersebut, Kamis (16/5) malam, Letterman mengungkapkan rasa frustrasinya secara blak-blakan.
"Saya punya hak untuk marah, jadi biarkan saya marah sebentar," kata Letterman kepada Colbert di awal pembicaraan. Ia menambahkan, "Teater ini tidak akan ada jika bukan karena saya. Begitu pula Stephen tidak akan ada di sini tanpa saya." Ia menekankan bahwa dirinya dan tim telah membangun ulang teater tersebut, sehingga kehadiran Colbert saat ini merupakan hasil dari kerja kerasnya.
Letterman juga bercanda tentang masa depan penghargaan "The Jimmys" milik Colbert. Ia bertanya, "Apakah mereka akan baik-baik saja?" Colbert menjawab dengan humor, "Kami punya rencana untuk memasukkan mereka ke program pemuliaan."
Saat pembicaraan berlangsung, Letterman sempat bertanya apakah itu merupakan penampilan terakhirnya. Colbert menjawab, "Ini adalah penampilan terakhir minggu ini. Minggu depan adalah penampilan terakhir." Letterman pun menawarkan diri untuk hadir di episode terakhir, namun kemudian ia melihat perabot panggung Colbert yang terlihat mewah.
"Ini bagus sekali. Sayang sekali jika sesuatu terjadi pada perabot ini," ujar Letterman sambil memberi isyarat kepada kru untuk membersihkan panggung dari perabot tersebut. Tanpa tempat duduk, Letterman dan Colbert akhirnya pindah ke kursi penonton dan berinteraksi dengan beberapa penonton.
Pembatalan "The Late Show" resmi diumumkan CBS dengan tanggal tayang terakhir pada 21 Mei 2025. Keputusan ini diambil setelah CBS menyatakan bahwa pembatalan murni didasari alasan finansial. Namun, Letterman tidak sependapat. Dalam wawancara dengan The New York Times pada Mei lalu, ia menyebut eksekutif CBS sebagai "tikus pembohong" karena menurutnya, pembatalan tersebut lebih terkait dengan tekanan dari pihak luar.
"Industri televisi mungkin bukan mesin uang seperti dulu," kata Letterman. "Tapi bagaimana dengan kemanusiaan Stephen? Bagaimana dengan penonton yang menantikan momen pukul 23.00 setiap malam?" Ia menambahkan, "Mereka membatalkan acara karena pihak yang membeli jaringan ini ingin menghindari masalah. Mereka hanya ingin membersihkan semuanya."