PHK Massal Melanda Industri Teknologi di Mei 2024
Setelah April yang suram dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di industri teknologi, Mei tak kalah buruk. Beberapa perusahaan ternama seperti Cloudflare, Coinbase, dan Upwork mengumumkan rencana pemotongan ribuan pekerjaan dalam beberapa hari terakhir. Para eksekutif perusahaan menuding perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu penyebab utama PHK tersebut.
Cloudflare Memangkas 20% Pekerjaan karena AI
Cloudflare mengumumkan PHK terhadap lebih dari 1.100 karyawan atau sekitar 20% dari total tenaga kerjanya secara global. Langkah ini diumumkan oleh para pendiri perusahaan, Matthew Prince dan Michelle Zatlyn, melalui surat yang dikirimkan kepada seluruh karyawan.
Dalam surat tersebut, perusahaan menyebutkan bahwa penggunaan AI di lingkungan kerja telah meningkat lebih dari 600% dalam tiga bulan terakhir. AI kini digunakan di berbagai departemen, termasuk rekayasa, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Cloudflare mengungkapkan bahwa departemen-departemen tersebut kini menjalankan ribuan sesi agen AI setiap harinya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
Setelah pengumuman PHK dan laporan keuangan kuartal pertama, saham Cloudflare Inc (NYSE: NET) turun sekitar 15%.
Bill.com Akan Menjadi Perusahaan AI-Native dengan PHK 30% Karyawan
Pada hari yang sama dengan pengumuman Cloudflare, perusahaan fintech Bill Holdings (NYSE: BILL) juga mengumumkan rencana PHK besar-besaran. CEO René Lacerte menyatakan bahwa Bill akan bertransformasi menjadi perusahaan AI-native.
Menurut Lacerte, di dunia yang didominasi AI, waktu antara ide dan eksekusi menjadi lebih cepat. Hal ini mendorong perubahan struktural dalam cara Bill beroperasi. Akibatnya, perusahaan akan memangkas 30% tenaga kerjanya pada akhir kuartal empat tahun 2026, setara dengan sekitar 700 posisi.
"Keputusan ini merupakan langkah yang terukur dan disengaja untuk memenuhi kebutuhan bisnis," ujar Lacerte. "Kami merestrukturisasi bisnis untuk mencapai profitabilitas yang berarti bagi perusahaan seukuran dan seumur Bill, sekaligus mempersiapkan diri untuk beroperasi lebih efektif dan efisien di era AI-first."
Upwork Potong 25% Karyawan karena Efisiensi AI
Platform freelance Upwork Inc (Nasdaq: UPWK) juga mengumumkan PHK terhadap sekitar 25% karyawannya. CEO Hayden Brown menyebutkan bahwa AI berperan dalam perubahan struktur tim kerja.
"Tim kecil yang disebut 'two pizza teams' sudah tidak relevan lagi," kata Brown. "AI memungkinkan tim yang lebih kecil dan terukur di bidang produk dan rekayasa untuk memberikan dampak yang lebih besar daripada sebelumnya."
Meskipun pengumuman dilakukan pada Kamis, pemberitahuan resmi kepada karyawan yang terkena dampak akan dilakukan pada minggu berikutnya. Upwork saat ini memiliki sekitar 600 karyawan, sehingga pemotongan 25% berarti sekitar 150 posisi akan hilang.
Dampak AI terhadap Industri Teknologi
PHK massal yang terjadi di berbagai perusahaan teknologi menunjukkan bahwa AI tidak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga struktur tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan kini berupaya untuk beradaptasi dengan tren AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun, langkah ini juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan bagi ribuan karyawan yang kehilangan pekerjaan.
"AI memungkinkan perusahaan untuk melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit. Namun, hal ini juga berarti bahwa banyak peran tradisional kini menjadi tidak diperlukan lagi."
Tren PHK di Industri Teknologi: Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI, PHK massal diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Industri teknologi tengah menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan efisiensi operasional dengan dampak sosial terhadap karyawan. Perusahaan-perusahaan kini dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan tenaga kerja konvensional atau berinvestasi lebih dalam pada otomasi dan AI.
Sementara itu, para karyawan yang terkena PHK diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat, baik melalui pelatihan ulang maupun pencarian pekerjaan baru di sektor yang tengah tumbuh, seperti pengembangan AI dan keamanan siber.