Penjualan mobil baru di April tercatat menurun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini membuat Ford Motor Co. dan industri otomotif lainnya kesulitan untuk menyamai capaian penjualan tahun sebelumnya. Akibatnya, Ford mencatatkan penurunan penjualan sebesar 14,4 persen secara tahunan.

Penurunan terbesar terjadi pada segmen hibrida, yang anjlok hingga 32,5 persen. Secara keseluruhan, hampir semua model Ford mengalami penurunan penjualan dibandingkan April tahun lalu. Namun, ada beberapa pengecualian yang mencatat kenaikan, seperti Ford Bronco yang naik 18,8 persen, Explorer naik 1 persen, Mustang melonjak 18,4 persen, serta Lincoln Nautilus yang tumbuh 7,7 persen.

Hingga April, penjualan Ford secara keseluruhan masih tercatat negatif, sejalan dengan kinerja industri yang telah mencatat penurunan selama empat bulan berturut-turut pada tahun 2026. Secara kumulatif, penjualan Ford turun 10,4 persen, meskipun Mustang tetap menjadi sorotan dengan kenaikan 39,2 persen. Bronco dan Bronco Sport juga mencatat performa positif dengan kenaikan masing-masing 2,7 persen dan 0,6 persen.

Jika dilihat berdasarkan segmen, SUV mengalami penurunan 16,6 persen, sementara truk menyusut 14,1 persen. Dalam empat bulan pertama tahun ini, penjualan sport utility vehicle (SUV) turun 10,5 persen dan truk menyusut 12,1 persen. Penjualan truk Ford juga sempat terhambat akibat dua kebakaran yang terjadi di salah satu pemasok aluminium perusahaan tersebut pada awal tahun. Insiden ini berdampak pada produksi F-150.

Menurut laporan awal dari GlobalData yang dikutip oleh Automotive News, industri otomotif secara keseluruhan mengalami penurunan 6,7 persen pada April lalu. Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan pembelian mobil pada tahun sebelumnya, ketika konsumen bergegas membeli kendaraan untuk menghindari kenaikan harga akibat ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump. Selain itu, pembeli juga berupaya membeli kendaraan listrik sebelum pemotongan kredit pajak federal sebesar $7.500 diberlakukan.

Angka penjualan tahunan yang disesuaikan secara musiman (SAAR) pada April tercatat sebesar 16,1 juta unit. Meskipun angka ini dianggap baik, namun lebih rendah dibandingkan April 2025 yang mencapai 17,2 juta unit dan Maret 2026 yang mencatat 16,3 juta unit. Tren negatif diperkirakan akan berlanjut pada Mei, karena produsen mobil lebih fokus untuk mengimbangi dampak tarif tahun lalu daripada menaikkan harga.