Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi mengumumkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk mengakses sistem kecerdasan buatan (AI) dalam lingkungan yang diklasifikasikan sebagai rahasia. Kesepakatan ini mencakup OpenAI, Google, Microsoft, Amazon, Nvidia, xAI milik Elon Musk, serta startup Reflection.
Pengumuman ini disampaikan pada Jumat (13/9), menandai perluasan kolaborasi yang sebelumnya telah melibatkan OpenAI dan xAI. Laporan dari The Information menyebutkan Google juga telah menandatangani perjanjian serupa. Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah menyepakati penggunaan AI secara hukum dalam operasional pertahanan.
Namun, dalam langkah yang cukup mengejutkan, Pentagon memilih untuk tidak melibatkan Anthropic dalam kesepakatan ini. Perusahaan AI yang berbasis di San Francisco tersebut sebelumnya juga digunakan untuk mengolah informasi rahasia. Keputusan untuk mengecualikan Anthropic didasarkan pada penilaian bahwa perusahaan tersebut memiliki risiko signifikan terhadap rantai pasokan, sebagaimana diungkapkan oleh sumber internal.
Langkah Pentagon ini menunjukkan semakin kuatnya integrasi AI dalam strategi pertahanan nasional Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir dari perusahaan-perusahaan terdepan, Pentagon berupaya meningkatkan efisiensi dan kapabilitas operasional dalam menghadapi tantangan keamanan global.