Mobil otonom yang beroperasi di jalan-jalan California kini tidak lagi kebal dari sanksi tilang. Peraturan baru yang diumumkan oleh Departemen Kendaraan Bermotor California (DMV) pada pekan ini memungkinkan aparat penegak hukum untuk menerbitkan "pemberitahuan ketidakpatuhan mobil otonom" apabila kendaraan tanpa pengemudi tersebut melakukan pelanggaran lalu lintas, seperti menerobos lampu merah atau tidak berhenti saat bus sekolah lewat.

Perubahan regulasi ini muncul setelah beberapa tahun terakhir terjadi banyak pelanggaran lalu lintas yang viral serta sejumlah investigasi keselamatan yang melibatkan mobil otonom, khususnya robotaksi. Salah satu kasus yang menonjol adalah investigasi terhadap sistem Tesla Full Self-Driving (FSD) yang diduga melakukan pelanggaran seperti menerobos lampu merah dan melaju di jalur yang salah.

Dengan peraturan baru ini, perusahaan pengembang mobil otonom kini diharuskan bertanggung jawab atas perilaku kendaraan mereka di jalan raya. Pemberitahuan ketidakpatuhan yang dikeluarkan polisi dapat menjadi dasar bagi tindakan hukum lebih lanjut, termasuk denda atau pembatasan operasional.

Langkah ini juga menunjukkan upaya pemerintah California untuk meningkatkan pengawasan terhadap teknologi otonom yang semakin marak di jalan raya. Meskipun mobil otonom diharapkan dapat mengurangi kecelakaan akibat kesalahan manusia, sejumlah insiden sebelumnya menunjukkan bahwa sistem ini masih rentan terhadap kegagalan atau kesalahan pengoperasian.

"Peraturan ini penting untuk memastikan bahwa mobil otonom beroperasi sesuai dengan standar keselamatan yang sama seperti kendaraan konvensional," ujar seorang juru bicara DMV California.

Mulai 1 Juli 2024, perusahaan teknologi dan produsen mobil otonom diwajibkan untuk mematuhi peraturan baru ini. Mereka juga diharuskan melaporkan setiap insiden pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kendaraan otonom mereka kepada pihak berwenang.

Sumber: The Verge