Seorang pemilik Porsche Cayenne tengah memimpin gugatan kelas federal terhadap merek tersebut. Gugatan itu menuduh Porsche membangun monopoli ilegal atas layanan perbaikan mobilnya sendiri. Independent shop tidak memiliki akses ke alat diagnostik yang diperlukan untuk pekerjaan servis dasar.

Kasus ini bermula dari lampu peringatan di dasbor yang tidak bisa dimatikan oleh bengkel independen. Sekarang, kasus tersebut berkembang menjadi tuntutan antitrust federal. Pemilik Porsche Cayenne di Amerika Serikat menggugat produsen mobil Jerman itu atas tuduhan menciptakan monopoli ilegal dalam perbaikan mobilnya.

Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Georgia, dengan tuduhan bahwa Porsche telah merancang unit kontrol elektronik (ECU) sehingga hanya dealer resmi yang dapat mengaksesnya untuk layanan, perbaikan, dan perawatan rutin. Hal ini secara efektif mencegah mekanik independen untuk bekerja pada mobil merek tersebut, karena mereka tidak dapat mengakses alat yang dibutuhkan untuk diagnostik, kalibrasi, dan pengkodean.

Menurut gugatan, hal ini memberi Porsche kekuatan monopoli atas pasar layanan perbaikan. Akibatnya, Porsche dapat mempertahankan pangsa pasar 100% dan menetapkan harga yang jauh di atas pasar untuk semua perbaikan dan perawatan pada kendaraan yang terpengaruh. Porsche juga dilaporkan meraup keuntungan tambahan melalui penjualan suku cadang.

Pihak penggugat dalam kasus ini adalah Fleet Salvage Systems, pemilik sebuah Porsche Cayenne. Mereka mengaku membawa mobil tersebut ke bengkel untuk penggantian oli dan filter, tetapi bengkel tidak dapat menghapus kode kesalahan dan mereset indikator oli. Meskipun terlihat sebagai masalah kecil, gugatan kelas ini menyoroti isu industri yang lebih luas. penggugat memperkirakan ribuan individu dan entitas telah terkena dampak praktik Porsche.

“Dealer Porsche mampu mempertahankan pangsa pasar 100% dan mengenakan harga yang jauh di atas pasar untuk semua perbaikan dan perawatan pada kendaraan yang terpengaruh. Porsche sendiri juga menikmati keuntungan tambahan melalui penjualan suku cadang,” tulis gugatan tersebut.

Tidak jarang produsen mobil mewah membatasi akses ke perangkat lunak diagnostik penting. Hal ini sering memaksa mekanik independen untuk membeli alat mahal guna membaca data atau mengakses informasi kritis ECU. Praktik semacam ini kini menjadi sorotan dalam gugatan antitrust ini.

Sumber: CarScoops