Kanker kolorektal semakin meningkat di kalangan orang berusia di bawah 50 tahun. Kondisi ini memaksa banyak anak remaja untuk menghadapi kenyataan sulit saat orang tua mereka didiagnosis penyakit ini. Dylan Kurtz, yang kini berusia 22 tahun, adalah salah satu dari mereka. Ia berbagi kisahnya tentang bagaimana ia membantu keluarganya bertahan saat ayahnya, Jonathan, menjalani pengobatan kanker usus stadium 3 pada tahun 2020.

Kurtz ingin menyebarkan kesadaran tentang kanker kolorektal dan membantu remaja lain yang mengalami situasi serupa. Ia juga berharap pengalamannya dapat memberikan inspirasi bagi keluarga yang tengah menghadapi tantangan serupa.

Momen yang Mengubah Hidup

Saat ulang tahunnya yang ke-16 pada Maret 2020, Kurtz menerima kabar bahwa ayahnya harus menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker usus stadium 3. Ia mengaku awalnya tidak memahami banyak tentang penyakit ini.

"Saya tidak tahu banyak tentang kanker usus kecuali bahwa itu adalah kanker yang menyerang usus besar. Saya tahu berbagai jenis kanker, tetapi tidak benar-benar memahami apa artinya bagi seseorang yang didiagnosis, selain fakta bahwa itu bisa mematikan jika terlambat dideteksi."

Ketidaktahuan ini menimbulkan rasa takut dan kecemasan. Namun, setelah ayahnya menjelaskan secara detail tentang pengobatan yang akan dijalani—mulai dari radiasi hingga kemoterapi selama beberapa bulan—Kurtz mulai memahami keseriusan kondisi tersebut.

Dukungan dan Komunikasi yang Tepat

Menurut Marianne Pearson, MSW, LCSW, Wakil Presiden Layanan Perawatan Kanker di Colorectal Cancer Alliance, komunikasi yang jujur dan sesuai usia sangat penting dalam situasi ini.

"Menjelaskan tentang pengobatan seperti kemoterapi atau radiasi, bahkan kunjungan ke pusat kanker, dapat membantu mengurangi rasa takut. Dukungan dari profesional terlatih onkologi juga dapat membuat anak-anak merasa lebih aman dan tenang."

Setelah ayahnya menjelaskan kondisinya, Kurtz menyadari bahwa penyakit ini tidak hanya mempengaruhi ayahnya, tetapi seluruh keluarga. Ibunya memberitahu bahwa selama pengobatan, ayahnya tidak bisa melakukan aktivitas fisik yang mereka nikmati bersama, seperti menonton pertandingan baseball profesional atau berlari di luar rumah.

"Saya sangat sedih karena semua hal yang saya cintai untuk dilakukan bersama ayah—seperti aktivitas fisik atau pergi ke tempat-tempat—tidak bisa lagi kami lakukan. Tapi saya mencoba menemukan cara untuk tetap menikmati waktu bersama."

Menciptakan Normal Baru

Karena pengobatan membuat ayahnya rentan terhadap infeksi, keluarga Kurtz harus menyesuaikan rutinitas mereka selama pandemi COVID-19. Aktivitas lari digantikan dengan waktu tenang di rumah, dan pergi ke pertandingan baseball diganti dengan menyusun puzzle 1.000 keping bergambar stadion baseball.

"Beberapa puzzle terpasang di kamar saya, dan beberapa lagi di kantor ayah. Itu adalah aktivitas yang bisa ia lakukan selama pengobatan. Kami duduk diam dan melakukan sesuatu yang baik bersama."

Kurtz juga mengambil lebih banyak tanggung jawab di rumah, seperti memasak, membersihkan, dan merawat kakaknya, Steven, yang memiliki autisme. Karena semua kamp musim panas dibatalkan pada 2020, ia menciptakan "Camp Kurtz" untuk dirinya dan Steven agar tetap aktif dan terlibat.

Pengalaman ini mengajarkan Kurtz tentang pentingnya tanggung jawab, empati, dan adaptasi. Kini, ia aktif berbagi cerita dan tips untuk membantu remaja lain yang menghadapi situasi serupa.

Pesan untuk Keluarga yang Menghadapi Kanker Kolorektal

Kurtz menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam keluarga. Ia juga menyarankan agar orang tua melibatkan anak-anak dalam perawatan dan memberikan mereka peran yang positif, seperti membantu tugas-tugas rumah tangga atau aktivitas kreatif.

Bagi keluarga yang tengah menghadapi diagnosis serupa, Kurtz menawarkan saran:

  • Jaga komunikasi yang jujur dan sesuai usia: Jelaskan tentang pengobatan dan dampaknya dengan bahasa yang mudah dipahami anak.
  • Cari dukungan profesional: Konselor atau psikolog onkologi dapat membantu anak-anak mengatasi kecemasan dan ketakutan.
  • Ciptakan momen positif: Temukan aktivitas baru yang bisa dinikmati bersama, meskipun harus menyesuaikan diri dengan kondisi kesehatan.
  • Libatkan anak dalam perawatan: Berikan mereka tanggung jawab yang sesuai untuk membuat mereka merasa berguna dan terlibat.

Melalui pengalamannya, Kurtz membuktikan bahwa meskipun menghadapi tantangan besar, keluarga tetap bisa tumbuh lebih kuat dengan dukungan, komunikasi, dan adaptasi.

Sumber: Healthline