Pemerintah Amerika Serikat melalui ICE (Immigration and Customs Enforcement) tengah memperluas pusat penahanan imigrasi di seluruh negeri. Rencana ini memicu gelombang protes nasional yang akan digelar pada Sabtu mendatang.
Koalisi masyarakat sipil, termasuk kelompok Disappeared in America, mengorganisir aksi yang diberi tajuk Communities Not Cages. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah membatalkan rencana pembangunan gudang-gudang penahanan baru, serta menolak penggunaan dana publik, izin, atau sumber daya lokal untuk mendukung perluasan fasilitas penahanan migran.
Para demonstran juga mendesak transparansi dan persetujuan masyarakat sebelum setiap rencana penahanan dilaksanakan. Nanci Palacios, Direktur Advokasi dan Keanggotaan Detention Watch Network, menyatakan bahwa protes ini merupakan respons terhadap kebijakan keras imigrasi pemerintahan saat ini.
Mengapa ini penting?
Rencana perluasan ini didukung oleh dana besar dari One Big Beautiful Bill, yang memungkinkan ICE menambah setidaknya 116.000 tempat tidur di pusat penahanan nasional. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun delapan pusat mega-penahanan baru dan 16 pusat pengolahan, sebagai bagian dari upaya Presiden Trump untuk mendeportasi jutaan orang.
Palacios menambahkan,
"Selama ini, banyak orang bisa berpaling atau mengabaikan masalah ini. Tapi dengan rencana pembangunan yang mungkin terjadi di belakang rumah mereka sendiri, sulit untuk tetap diam."
Dukungan lintas wilayah
Oposisi terhadap rencana ini tidak hanya datang dari kota-kota yang dikenal progresif, tetapi juga dari daerah-daerah konservatif. Contohnya:
- Maryland: Seorang hakim membatalkan rencana pembangunan fasilitas penahanan di wilayah konservatif karena pemerintah gagal mengevaluasi dampak lingkungan secara memadai. Fasilitas yang direncanakan dapat menampung ribuan orang dikhawatirkan akan membebani sistem pembuangan limbah setempat.
- Georgia: Di kota Social Circle, penduduk yang mayoritas mendukung Trump pada 2024 menolak rencana pembangunan fasilitas penahanan karena dikhawatirkan akan tiga kali lipat populasi kota dan membebani infrastruktur lokal.
- Florida: Fasilitas Alligator Alcatraz terus menghadapi perlawanan dari kelompok lingkungan dan masyarakat adat. Mereka menuding fasilitas tersebut mencemari ekosistem dan menerapkan kondisi tidak manusiawi terhadap tahanan, termasuk perlakuan yang dianggap sebagai penyiksaan.
Kondisi memprihatinkan di pusat penahanan
Fasilitas penahanan imigrasi telah lama dikritik karena kondisi yang tidak layak, termasuk sanitasi buruk, makanan berjamur, dan pelecehan terhadap tahanan. Kondisi ini, menurut para aktivis, semakin memburuk sejak pemerintahan Trump memberlakukan kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
Palacios menegaskan,
"Pemerintah menerapkan kondisi yang seharusnya untuk menyimpan barang, bukan manusia."
Protes nasional digelar di 33 negara bagian
Lebih dari 150 aksi unjuk rasa telah direncanakan di setidaknya 33 negara bagian pada Sabtu mendatang. Palacios menyebut dua kematian yang terekam kamera di Minneapolis pada awal tahun ini sebagai pemicu utama protes ini. Ia mengatakan,
"Kematian tersebut menjadi alarm bahwa hal serupa bisa terjadi pada siapa saja."
Tanggapan pemerintah
Sebagai tanggapan, seorang juru bicara Department of Homeland Security (DHS) bertanya,
"Di mana protes untuk para korban kejahatan imigran ilegal?"Sementara itu, juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa para pengunjuk rasa anti-Trump
"tidak terlihat ketika imigran ilegal melakukan kejahatan terhadap warga Amerika yang tidak bersalah."
Seruan untuk partisipasi luas
Para pengorganisir mendorong seluruh warga Amerika untuk turut serta dalam aksi ini. Palacios menekankan,
"Anda tidak perlu terlihat tertentu untuk peduli. Masalah ini menyangkut semua orang."