MIAMI — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan Duta Khusus Gedung Putih Steve Witkoff bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, di Miami pada Sabtu (14/6). Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang melibatkan Iran.

Menurut dua sumber yang mengetahui detail pertemuan, pembicaraan difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri konflik. Dokumen tersebut juga akan menjadi kerangka kerja bagi negosiasi lebih lanjut antara AS dan Iran.

Pada awal sore hari Sabtu, AS masih menunggu tanggapan terbaru dari Iran. Meskipun Pakistan telah ditunjuk sebagai mediator resmi sejak awal perang, Qatar terlibat secara aktif di balik layar.

Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Gedung Putih menilai Qatar sangat efektif dalam bernegosiasi dengan Iran. Al-Thani sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden AS Vance di Washington. Ia sempat direncanakan untuk kembali ke Doha, namun mengubah rencana dan memilih ke Miami.

Selama di Miami, al-Thani juga menghubungi Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk membahas upaya mediasi lebih lanjut.

Peran Qatar sebagai Mediator

Menurut sumber yang diwawancarai, pertemuan di Miami membahas langkah-langkah untuk mencapai nota kesepahaman guna mengakhiri perang. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Qatar, Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi bekerja sama untuk mendorong tercapainya kesepakatan.

"Para mediator mendesak kedua belah pihak untuk menurunkan tensi dan fokus pada pencapaian kesepakatan," ujar salah satu sumber.

Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar mengenai pertemuan tersebut.

Sumber: Axios