Washington, D.C. — Upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden AS Donald Trump kembali terjadi pada Sabtu malam saat acara makan malam Asosiasi Wartawan Gedung Putih (WHCA) di Washington Hilton. Tembakan yang terjadi sekitar pukul 20.30 ET memaksa Agen Rahasia untuk mengevakuasi Trump dari lokasi, menambah daftar panjang ancaman yang tak pernah dialami oleh presiden modern sebelumnya.

Insiden ini menjadi bagian dari pola yang tercatat sejak kampanye presiden Trump pertama. Catatan tersebut mencakup penembak tunggal di acara-acara kampanye, plot pembunuhan bayaran yang didukung Iran, hingga pelanggaran keamanan berulang. Meskipun detail mengenai insiden Sabtu malam masih minim, termasuk apakah Trump menjadi target utama, peristiwa ini menegaskan meningkatnya risiko yang dihadapi mantan presiden tersebut.

Komentar Trump setelah insiden:

"Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir republik kita diserang oleh calon pembunuh."

Trump juga menegaskan bahwa ia tidak akan mengurangi aktivitas publiknya. "Kita tidak akan membiarkan siapa pun mengambil alih masyarakat kita. Kita tidak akan membatalkan acara hanya karena alasan ketakutan," ujarnya.

Dua Upaya Pembunuhan Terdahulu Selama Kampanye 2024

Trump telah selamat dari dua upaya pembunuhan selama kampanye 2024. Keduanya mengungkap kegagalan Agen Rahasia yang memicu investigasi dan pembersihan kepemimpinan di lembaga tersebut.

Butler, Pennsylvania: Upaya Pembunuhan di Acara Kampanye

Pada 13 Juli 2024, Thomas Matthew Crooks (20 tahun) menembakkan senapan jenis AR-15 ke arah Trump dalam sebuah acara kampanye di Butler, Pennsylvania. Peluru mengenai telinga kanan Trump, sementara seorang peserta tewas. Crooks kemudian ditembak mati oleh penembak jitu Agen Rahasia. Laporan Senat selanjutnya mengkritik perencanaan, komunikasi, dan kepemimpinan Agen Rahasia dalam insiden tersebut.

West Palm Beach, Florida: Penembak di Lapangan Golf Trump

Pada Agustus 2024, Ryan Wesley Routh terlihat membawa senapan di Trump International Golf Club saat Trump bermain golf. Seorang agen Agen Rahasia menembak Routh, yang kemudian melarikan diri dan akhirnya ditangkap. Routh saat ini menjalani hukuman seumur hidup.

Kronologi Ancaman dan Plot Pembunuhan terhadap Trump

  • Juni 2016: Seorang pria berusia 20 tahun asal Inggris mencoba merebut senjata seorang petugas polisi di acara kampanye Trump di Las Vegas. Ia mengaku berniat membunuh Trump.
  • September 2017: Seorang pria mencuri forklift di North Dakota dan mengarahkannya ke konvoi mobil presiden dengan niat untuk menabrak limusin Trump.
  • September 2020: Seorang warga ganda Prancis-Kanada mengirim surat berisi racun ricin kepada Trump.
  • Juli 2024: Seorang warga Pakistan ditangkap dan kemudian dihukum karena terlibat dalam plot pembunuhan bayaran atas perintah Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk membunuh Trump. Bulan-bulan berikutnya, seorang Iran yang ditangkap karena mencoba membunuh warga AS lainnya mengaku juga diperintahkan untuk membunuh Trump.
  • Februari 2026: Agen Rahasia menembak mati seorang pria berusia 21 tahun yang membawa senapan dan kaleng gas di Mar-a-Lago saat Trump berada di Washington.

Ancaman terhadap Trump tidak hanya berasal dari individu atau kelompok lokal, tetapi juga melibatkan aktor negara asing. Laporan menunjukkan adanya keterlibatan Iran dalam beberapa upaya pembunuhan, termasuk plot pembunuhan bayaran yang terungkap pada Juli 2024.

Meskipun menghadapi ancaman yang terus meningkat, Trump tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak mengurangi aktivitas publik. "Kita tidak akan membiarkan terorisme mengendalikan demokrasi kita," tegasnya.

Sumber: Axios