Perusahaan manajemen aset publik berbasis di Dallas, Strive, Inc. (Nasdaq: ASST), mengumumkan pencapaian signifikan dalam strategi Bitcoin-nya. Pada Senin (26/5), perusahaan mengungkapkan bahwa kas Bitcoin-nya telah melampaui ambang batas 15.000 BTC setelah melakukan pembelian senilai $33,9 juta untuk 444 BTC, dengan harga rata-rata $76.307 per koin.
CEO Strive, Matt Cole, mengumumkan akuisisi tersebut melalui platform X (sebelumnya Twitter). Selain itu, perusahaan juga telah mengajukan dokumen 8-K kepada SEC untuk mengonfirmasi transaksi tersebut. Pembelian ini merupakan bagian dari serangkaian aksi akumulasi yang menjadikan Strive sebagai salah satu pembeli korporat Bitcoin paling aktif di pasar.
Sebelumnya, pada 24 April 2024, Strive telah memiliki 14.557 BTC setelah membeli 789 BTC dengan harga rata-rata $77.890 per koin. Dengan tambahan 444 BTC terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strive kini melewati 15.000 BTC, dengan nilai aset mencapai sekitar $1,2 miliar berdasarkan harga saat ini.
Dalam pengajuan SEC yang diterbitkan pada 1 Mei 2024, Strive melaporkan posisi neraca keuangannya: $97,9 juta dalam bentuk kas dan setara kas, serta $50,4 juta dalam bentuk saham preferen variabel Series A Perpetual Stretch (STRC) dari Strategy—perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor, mantan CEO MicroStrategy yang kini telah berganti nama. Selain itu, Strive memiliki 63.129.587 lembar saham biasa Kelas A dan 9.893.844 lembar saham biasa Kelas B yang beredar, serta 4.959.536 lembar saham preferen variabel Series A Perpetual yang diperdagangkan dengan kode SATA.
Pencapaian ini menyusul akuisisi Strive terhadap Semler Scientific pada Januari 2026, yang menjadikan perusahaan teknologi medis tersebut sebagai anak perusahaan Strive. Pada saat penutupan transaksi tersebut, Strive telah memiliki 12.798 BTC dan menempati peringkat ke-11 sebagai pemegang Bitcoin korporat publik terbesar di dunia. Sejak saat itu, perusahaan telah menambah lebih dari 2.200 BTC ke dalam kas Bitcoin-nya.
Strive: Perusahaan Manajemen Aset Publik Pertama dengan Kas Bitcoin
Strive mengklaim dirinya sebagai perusahaan manajemen aset publik pertama yang memiliki kas Bitcoin. Strategi utama perusahaan berfokus pada pertumbuhan Bitcoin per saham, dengan Bitcoin dijadikan sebagai tolok ukur utama dalam setiap keputusan alokasi modal. CEO Matt Cole, yang memimpin perusahaan sejak April 2023 dan menjabat sebagai Ketua sejak September 2025, telah mengarahkan Strive untuk mengembangkan apa yang disebutnya sebagai "kredit digital"—produk keuangan terstruktur yang menghasilkan imbal hasil melalui eksposur terhadap Bitcoin.
Salah satu pilar utama dari strategi ini adalah saham preferen SATA. Pada Januari 2026, Strive berhasil mengumpulkan $225 juta melalui penawaran saham preferen SATA yang mengalami kelebihan permintaan, dengan investor yang tertarik mencapai lebih dari $600 juta. Saham ini menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 13% dan berhasil mempertahankan nilai tukarnya meskipun Bitcoin mengalami penurunan harga hingga 50% baru-baru ini.
Selain itu, posisi Strive sebesar $50,4 juta dalam saham preferen STRC milik Strategy mencerminkan komitmen perusahaan terhadap produk terstruktur berbasis Bitcoin di ruang kas korporat. Strategy, yang berbasis di Virginia dan dipimpin oleh Ketua Eksekutif Michael Saylor, memiliki 818.334 BTC per akhir April 2026—diperoleh dengan biaya kumulatif sekitar $61,8 miliar dan harga rata-rata $75.537 per koin. Dengan pencapaian ini, Strategy menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, menguasai hampir 4% dari total pasokan tetap Bitcoin sebanyak 21 juta koin.
Saat artikel ini ditulis, saham ASST diperdagangkan dengan penurunan tipis sebesar 0,05% pada harga $16,23. Meskipun demikian, saham perusahaan ini telah mengalami penurunan nilai yang signifikan, diperkirakan mencapai 88% sejak periode awal.