Startup Tortugas Neuroscience Fokus pada Gangguan Otak

Industri bioteknologi China tidak hanya dikenal karena obat-obatan untuk obesitas dan kanker. Kini, perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, Tortugas Neuroscience, meluncurkan inisiatif untuk mengembangkan obat-obatan yang menargetkan gangguan otak, termasuk skizofrenia dan tinitus.

Kerja Sama dengan Perusahaan Farmasi China

Tortugas Neuroscience mengumumkan peluncurannya pada Selasa (14/5) dengan rencana mengembangkan dua obat untuk skizofrenia dan tinitus. Obat-obatan ini dilisensikan dari Jiangsu Hansoh Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi besar di China.

Selain itu, startup ini juga akan menguji dua obat lain untuk epilepsi fokal dan ensefalopati, yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan farmasi Jepang, Eisai Co. Ltd.

Dana $106 Juta untuk Uji Klinis Tahap Menengah

Tortugas Neuroscience telah mengumpulkan dana sebesar $106 juta dari investor seperti Cure Ventures, The Column Group, dan AN Ventures. Dana ini akan digunakan untuk memulai uji klinis tahap menengah di Amerika Serikat.

Rencana Pengembangan Obat

  • Skizofrenia: Obat yang dilisensikan dari Jiangsu Hansoh Pharmaceutical Group.
  • Tinitus: Obat lain dari Jiangsu Hansoh untuk mengatasi gangguan pendengaran.
  • Epilepsi fokal: Obat yang dikembangkan oleh Eisai Co. Ltd.
  • Ensefalopati: Obat tambahan untuk gangguan otak lainnya.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan fokus pada pengembangan obat untuk gangguan otak, Tortugas Neuroscience berharap dapat memberikan solusi medis yang lebih baik bagi pasien. Uji klinis tahap menengah diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami percaya bahwa inovasi dalam pengembangan obat untuk gangguan otak dapat mengubah cara kita menangani penyakit ini. Dengan kerja sama internasional, kami berharap dapat membawa harapan baru bagi pasien."

Pernyataan resmi Tortugas Neuroscience
Sumber: STAT News