Donald Trump tengah mengalami serangkaian kekalahan telak dalam beberapa pekan terakhir. Selat Hormuz tetap tertutup, sementara Mahkamah Agung menolak kebijakan tarif impor dan klaim kewarganegaraan otomatis yang diajukan Trump. Ia juga kalah dalam pertempuran redistrik, dan kini Departemen Kehakiman membatalkan tuntutan terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dengan alasan yang terasa memalukan.

Kekalahan terakhir ini terasa sangat memalukan. Sumber internal DOJ mengungkapkan bahwa mereka kini justru mempercepat penuntutan terhadap lawan-lawan Trump, meskipun upaya tersebut kemungkinan besar akan gagal lagi. Langkah ini hanya menunjukkan desakan untuk membuktikan kepada pendukung MAGA bahwa korupsi yang dilakukan akan membuahkan hasil.

Upaya propaganda dari Gedung Putih untuk menaikkan semangat Trump juga terlihat sangat dipaksakan. Para pengamat mencatat bahwa dunia MAGA tidak bisa menerima adanya pengakuan atas kegagalan Trump, karena hal itu akan merusak citra pemimpin yang mereka anggap sempurna.

Dalam diskusi dengan reporter Zeteo, Asawin Suebsaeng, ditekankan bahwa otoritarianisme dan ketidakmampuan Trump berjalan beriringan. Lebih jauh, ia menilai bahwa para Republikan akan membayar harga politik atas dukungan mereka terhadap kultus Trump, yang pada akhirnya justru merugikan partai tersebut.