Trump Menolak Kritik atas Perang Iran
Presiden Donald Trump melancarkan serangan keras kepada para kritikus perang Iran melalui serangkaian unggahan di platform Truth Social. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, sementara pembicaraan damai masih terkatung-katung pada Senin (10/6).
Tidak Ada Tekanan untuk Kesepakatan
Menjelang batas waktu gencatan senjata yang akan berakhir, Trump membantah klaim bahwa Israel telah menyeret AS ke dalam perang. Ia menulis,
"Waktu bukan musuh saya. Yang terpenting adalah kami akhirnya, setelah 47 tahun, membersihkan kekacauan yang dibiarkan presiden-presiden lain karena mereka tidak memiliki keberanian atau visi untuk menangani Iran dengan tepat."
Pernyataan Trump tentang Israel dan Iran
Trump juga menegaskan pandangannya mengenai Israel dan ancaman nuklir Iran. Dalam unggahan terpisah, ia menulis:
- "Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran. Peristiwa 7 Oktober memperkuat keyakinan saya seumur hidup: Iran TIDAK BOLEH memiliki senjata nuklir."
- "Media palsu anti-Amerika berharap Iran menang, tapi itu tidak akan terjadi karena saya yang memimpin!"
Kesepakatan Nuklir Iran: Lebih Baik dari Sebelumnya
Trump juga membandingkan kesepakatan yang tengah dinegosiasikan dengan Iran dengan JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) era Obama, yang ia sebut "berbahaya". Ia menyatakan:
"Kesepakatan yang kami buat dengan Iran akan jauh lebih baik daripada JCPOA. Itu adalah jalan pasti menuju senjata nuklir, yang tidak akan dan tidak boleh terjadi dengan kesepakatan yang sedang kami kerjakan."
Ia menambahkan,
"Saya membaca berita palsu yang mengatakan saya 'tertekan' untuk membuat kesepakatan. ITU TIDAK BENAR! Saya tidak merasa tertekan sama sekali, meskipun semuanya akan terjadi dengan relatif cepat."
Situasi Terkini: Pembicaraan Damai dan Ketegangan Geopolitik
Para negosiator AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Pakistan untuk pembicaraan damai menjelang berakhirnya gencatan senjata pada Selasa malam. Sementara itu, ketegangan meningkat setelah pasukan AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena diduga mencoba menghindari blokade laut AS.
Iran juga menutup Selat Hormuz akhir pekan lalu, jalur penting dalam rantai pasokan global. Harga minyak tetap tinggi akibat ketegangan Washington-Tehran yang terus meningkat.
Latar Belakang: Ketidakpercayaan dan Kesepakatan Iran yang Sulit Dipahami
Ketegangan antara AS dan Iran telah berlangsung selama puluhan tahun. Upaya untuk mencapai kesepakatan nuklir yang stabil tetap menjadi tantangan besar, terutama dengan sejarah ketidakpercayaan dan ketidakjujuran dalam negosiasi sebelumnya.