WASHINGTON — Sikap Gedung Putih saat ini menunjukkan Amerika Serikat semakin tidak memedulikan para sekutunya. Donald Trump, dalam pertemuan dengan wartawan di Ruang Oval pada Kamis (11/7), mengungkapkan kesiapannya untuk menarik pasukan AS dari Italia dan Spanyol. Alasannya, dukungan Eropa yang lemah terhadap invasi AS ke Iran serta blokade di Selat Hormuz.
Ancaman Trump ini bukan yang pertama. Pada Rabu malam, ia sempat mengancam akan menarik pasukan dari Jerman dan menyerang langsung Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Ketika ditanya wartawan mengenai rencana penarikan pasukan dari Jerman, apakah juga berlaku untuk Spanyol dan Italia, Trump menjawab singkat, "Ya, mungkin. Saya mungkin akan melakukannya."
"Italia tidak membantu kami sama sekali, dan Spanyol sangat buruk. Benar-benar buruk. Begitu juga NATO," ujar Trump. "Bukan soal mereka lebih baik, tapi jika mereka mengatakan dengan sopan, 'Kami akan membantu meski lambat,' itu masih bisa dimaklumi. Namun, kenyataannya mereka tidak ada di sana saat kami membutuhkan mereka."
Trump juga menyinggung bantuan AS kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia. Ia menyebut keputusan Presiden Joe Biden memberikan bantuan senilai miliaran dolar sebagai "gila", karena menurutnya Ukraina bukanlah prioritas AS. "Kami berjarak ribuan kilometer, sementara mereka yang terlibat langsung. Tapi saat kami meminta bantuan untuk Iran, mereka tidak ada," tegasnya.
Pernyataan Trump ini menimbulkan kontroversi karena perang Iran saat ini sudah memasuki minggu kedelapan tanpa tanda-tanda berakhir. Blokade terhadap perdagangan minyak Iran telah memicu krisis energi global yang menaikkan biaya hidup di berbagai negara.
Selain itu, Trump sebelumnya meminta bantuan sekutu Eropa untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pada Selasa, pemerintah AS bahkan mengusulkan pembentukan koalisi internasional guna memulihkan kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut. Namun, Trump mengklaim bahwa Eropa menolak terlibat. "Dalam semua kasus, mereka mengatakan, 'Kami tidak ingin terlibat,'" ujarnya.
Ancaman penarikan pasukan dari Jerman sempat mengejutkan Pentagon dan sekutu AS. Seorang staf Kongres yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Politico, "Departemen Pertahanan tidak mengharapkan hal ini dan tidak sedang mempersiapkan penarikan pasukan. Namun, kami harus serius karena ancaman ini pernah ia lakukan pada masa jabatan pertamanya." Pada Juli 2020, Trump pernah mengusulkan penarikan 12.000 pasukan dari Jerman sebagai bentuk hukuman atas rendahnya anggaran pertahanan Berlin. Rencana tersebut tidak pernah dilaksanakan.