Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (12/8) menyatakan pemerintah federal tengah mempertimbangkan untuk menyetujui beberapa bentuk 7-OH, sebuah senyawa opioid yang berasal dari tanaman kratom yang terjadi secara alami.
"Kami sedang meninjau dengan sangat serius mengenai 7-OH alami dan akan menyetujui penggunaannya," ujar Trump dalam pernyataannya.
Meskipun demikian, istilah "7-OH alami" yang digunakan Trump masih menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, senyawa 7-hidroksimitraginin (7-OH) hanya ditemukan dalam jumlah kecil secara alami pada kratom. Tanaman ini belakangan banyak digunakan sebagai obat rekreasional maupun pereda nyeri tanpa izin resmi.
Dibandingkan dengan opioid sintetis kuat seperti fentanil atau obat pereda nyeri resep, kratom dinilai jauh lebih rendah risikonya. Namun, penggunaan kratom tetap dapat menyebabkan kecanduan dan overdosis jika dikonsumsi secara berlebihan.