Trump Umumkan Calon Baru Direktur CDC

Presiden Donald Trump pada Kamis (14/9) mengumumkan calon ketiga untuk jabatan Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu Dr. Erica Schwartz. Ia merupakan dokter spesialis kesehatan masyarakat dan memiliki sertifikasi dalam bidang kedokteran pencegahan.

Schwartz sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Surgeon General pada masa pemerintahan Trump pertama. Ia juga memiliki karier panjang sebagai perwira di Angkatan Laut AS, pernah menjadi Kepala Petugas Medis di US Coast Guard, serta pensiunan Laksamana Muda di US Public Health Service Commissioned Corps.

Latar Belakang Akademis yang Kuat

Dokter Erica Schwartz memiliki kredensial akademis yang lengkap, antara lain:

  • Gelar kedokteran dari Brown University
  • Gelar magister kesehatan masyarakat
  • Gelar sarjana hukum dari University of Maryland

Selama pandemi COVID-19, ia terlibat dalam peluncuran vaksin nasional di Amerika Serikat.

Kekhawatiran atas Agenda Anti-Vaksin

Pengumuman ini muncul setelah sebelumnya Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.—yang tidak memiliki latar belakang medis atau ilmiah—mendorong agenda anti-vaksin. Kebijakan tersebut dianggap merugikan partai menjelang pemilu pertengahan masa jabatan (midterm elections).

"Pemilihan Schwartz menunjukkan upaya untuk menenangkan kekhawatiran publik terhadap kebijakan kesehatan yang kontroversial," kata seorang pakar kesehatan masyarakat yang tidak disebutkan namanya.

Reaksi Pakar Masih Beragam

Meskipun Schwartz dianggap sebagai sosok yang berkualifikasi, beberapa ahli tetap skeptis. Mereka mempertanyakan apakah ia akan mampu melawan tekanan politik dalam mengambil keputusan berbasis sains.

Seorang epidemiolog dari universitas ternama menyatakan, "Meskipun latar belakangnya solid, tantangan terbesar adalah memastikan independensi kebijakan dari pengaruh politik."

Tantangan di Depan

Jika dikonfirmasi oleh Senat, Schwartz akan menghadapi tugas berat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap CDC, yang sempat terpuruk akibat kebijakan sebelumnya. Ia juga harus menyeimbangkan antara kebijakan pemerintah dengan prinsip-prinsip ilmiah.