Trump Menolak Tawaran Iran, Blokade Lautan Tetap Diberlakukan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga rezim tersebut menyetujui kesepakatan yang memenuhi tuntutan AS terkait program nuklirnya. Trump menolak proposal Iran yang mengajukan pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade sebagai langkah awal, sementara pembicaraan nuklir ditunda ke tahap berikutnya.

Rencana Serangan Militer sebagai Opsi

Menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyiapkan strategi serangan "singkat dan kuat" terhadap Iran untuk mematahkan kebuntuan negosiasi. Serangan ini diperkirakan akan menargetkan infrastruktur kritis Iran. Setelah serangan, AS berencana menekan Iran agar kembali ke meja perundingan dengan sikap yang lebih fleksibel.

Trump mengungkapkan bahwa blokade dianggapnya lebih efektif dibandingkan serangan bom. "Mereka tercekik seperti babi yang disumpal. Kondisi mereka akan semakin buruk. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada Axios. Ia menegaskan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan hanya untuk mencabut blokade, namun dirinya enggan melakukannya karena tak ingin Iran memiliki senjata nuklir.

Trump juga menyebutkan bahwa penyimpanan minyak dan pipa Iran "hampir meledak" akibat ketidakmampuan mengekspor minyak akibat blokade. Meskipun demikian, beberapa analis meragukan klaim tersebut.

Iran Ancam Balas dengan Tindakan Tak Terduga

Sebagai tanggapan, seorang sumber keamanan senior Iran yang dikutip oleh media pemerintah PRESS TV menyatakan bahwa blokade laut AS "akan segera dihadapi dengan tindakan praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya." Sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan bersenjata Iran telah menunjukkan kesabaran untuk memberi kesempatan pada diplomasi, namun menekankan bahwa "kesabaran memiliki batas" dan respons yang tegas diperlukan jika blokade terus berlanjut.

Trump Ungkap Strategi dan Ancaman Simbolis

Dalam wawancara telepon dengan Axios yang berlangsung sekitar 15 menit, Trump menolak membahas rencana militer secara detail. Ia juga membagikan meme AI yang menggambarkannya memegang senjata dengan tulisan, "NO MORE MR. NICE GUY," sebagai peringatan kepada Iran.

Trump menegaskan bahwa blokade saat ini menjadi sumber utama tekanan terhadap Iran. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil tindakan militer jika Iran tetap tidak mau berkompromi. "Blokade lebih efektif daripada bom. Mereka tercekik. Dan kondisi mereka akan semakin buruk," tegasnya.

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin mencabut blokade karena itu satu-satunya cara untuk mencegah mereka memiliki senjata pemusnah massal."

Reaksi Iran dan Ketegangan yang Memanas

Sementara itu, Iran melalui media pemerintahnya mengancam akan mengambil tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya sebagai respons atas blokade laut AS. Ancaman ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara semakin meningkat, meskipun Iran masih memberikan ruang bagi diplomasi.

Sumber: Axios