WrestleMania 42: Dari Momen Legendaris hingga Kekecewaan Mendalam

WrestleMania pernah menjadi puncak dari drama, rivalitas, dan pertunjukan gulat terbaik di dunia. Bayangkan, acara selama tiga jam yang menyajikan pertandingan epik seperti pertarungan antara Bret Hart dan Stone Cold Steve Austin di WrestleMania 13—pertandingan brutal yang meninggalkan jejak abadi dalam sejarah WWE.

Namun, WrestleMania 42 di Las Vegas tahun 2026 justru menjadi pengingat pahit betapa jauhnya acara ini dari masa kejayaannya. Selama dua malam dengan total enam jam tayang, hanya sedikit pertandingan yang layak diingat. Sebagian besar hanya berlangsung singkat, tanpa waktu yang cukup untuk membangun cerita atau ketegangan. Dari 13 pertandingan, enam di antaranya berakhir dalam waktu kurang dari 10 menit. Tidak ada ruang untuk pengembangan karakter, tidak ada alur cerita yang memikat—hanya iklan dan kolaborasi merek yang memenuhi layar.

Kualitas Pertandingan yang Mengecewakan

Para pegulat melakukan yang terbaik dalam situasi yang tidak ideal. Hanya dua pertandingan yang berlangsung lebih dari 20 menit. Bayangkan, rivalitas satu tahun hanya diselesaikan dalam tujuh menit. Itu bukanlah cara yang tepat untuk menutup cerita yang telah dibangun selama berbulan-bulan.

Malam pertama dimulai dengan pertandingan antara The Usos dan LA Knight melawan The Vision dan IShowSpeed. Satu-satunya alasan pertandingan ini diingat adalah karena IShowSpeed ternyata lebih baik di ring daripada yang diperkirakan. Namun, itu pun tidak cukup untuk menyelamatkan acara ini dari kritikan pedas.

Dominasi Iklan dan Kolaborasi Merek

WrestleMania 42 bukan lagi tentang gulat. Ini adalah ajang promosi besar-besaran. Dari dokumenter Hulk Hogan di Netflix, film Street Fighter, hingga Mortal Kombat 2, semuanya hadir di acara ini. Setiap meja yang digunakan di ring adalah meja resmi sponsor Slim Jim. Setiap momen dipoles untuk memenuhi kebutuhan pemasaran. Tidak ada lagi unsur realisme—semuanya diproduksi secara artifisial.

"Acara ini terasa seperti Super Bowl-nya kolaborasi merek. Semuanya dibuat-buat, tidak ada sedikit pun unsur realistis. Ketika seseorang membawa meja ke ring, Anda bisa yakin itu karena Slim Jim adalah sponsor resmi meja di WrestleMania."

Roman Reigns Tetap Menang, Tapi Acara Gagal

Roman Reigns berhasil mempertahankan gelar World Heavyweight Championship melawan CM Punk. Namun, kemenangannya tidak bisa menutupi kegagalan besar acara ini. WrestleMania seharusnya menjadi puncak dari segalanya—sebuah perayaan dari tahun kerja keras, rivalitas, dan pertunjukan luar biasa. Sayangnya, WrestleMania 42 hanya meninggalkan rasa kekecewaan.

Setelah acara ini, pertanyaan besar muncul: mampukah WrestleMania kembali ke masa kejayaannya, atau akankah ini menjadi akhir dari versi ideal yang selama ini ada di benak para penggemar?

Kesimpulan: Apakah Ini Akhir dari WrestleMania?

WrestleMania pernah menjadi simbol keajaiban dalam dunia gulat profesional. Namun, WrestleMania 42 menunjukkan betapa jauhnya acara ini dari masa lalunya. Dengan dominasi iklan, pertunjukan yang terburu-buru, dan kurangnya kedalaman cerita, acara ini gagal memenuhi ekspektasi para penggemar.

Apakah ini pertanda bahwa WrestleMania perlu diubah total, atau akankah para penggemar tetap setia menantikan momen-momen magis yang mungkin tidak akan pernah datang lagi?

Sumber: SB Nation