Game dengan Gameplay yang Lebih Menonjol daripada Cerita

Sebuah cerita yang kuat memang bisa meningkatkan pengalaman bermain game, namun dalam medium interaktif, hal itu bukanlah keharusan. Jika gameplay terasa memuaskan, pemain akan terus kembali meski alur cerita terasa aneh atau tidak masuk akal. Banyak game dalam daftar ini memiliki lore menarik, namun pemain tidak diharuskan untuk memahaminya untuk menikmati permainan.

Game dengan Gameplay Dinamis dan Dunia Terbuka

  • Dragon’s Dogma 2: Dipuji karena gameplay emergennya dan dunia yang dinamis. Pertarungan dan eksplorasi menjadi sorotan utama, sementara presentasi cerita terasa tipis dibandingkan dengan kekuatan gameplay-nya. Bahkan penggemarnya mengakui bahwa cerita terasa kurang kuat dibandingkan gameplay-nya.
  • Crimson Desert: Menawarkan pengalaman dunia terbuka berskala besar yang berfokus pada pertarungan, eksplorasi, dan interaksi yang didorong oleh pemain. Meskipun memiliki cerita utama tentang membangun faksi Greymane, keterlibatan pemain lebih banyak berasal dari sistem dan kebebasan yang ditawarkan.
  • Monster Hunter Wilds: Cerita hanya berfungsi untuk mendorong pemain menuju perburuan, sementara daya tarik utamanya adalah menguasai senjata, melawan monster, dan menyempurnakan build. Hal ini juga berlaku untuk sebagian besar game dalam seri Monster Hunter.

Game dengan Pertarungan yang Menjadi Fokus Utama

  • DOOM (2016): Game ini dengan sengaja mengurangi porsi ceritanya, bahkan protagonisnya menolak untuk menjelaskan eksposisi. Pertarungan yang cepat dan agresif menjadi fokus utama, membuat detail cerita hampir tidak relevan.
  • Dark Souls: Memiliki lore yang dalam namun disengaja agar sulit dipahami. Kebanyakan pemain merasa bingung dengan cerita, namun tetap terlibat berkat pertarungan yang menantang dan desain dunia yang saling terhubung.
  • Elden Ring: Mirip dengan Dark Souls, ceritanya terfragmentasi dan sulit diikuti. Namun, eksplorasi, pertarungan, dan variasi build menjadi pengalaman utama, membuat pemahaman cerita bersifat opsional.
  • Street Fighter V: Mode ceritanya mendapat kritik, namun mekanik pertarungan yang ketat dan kedalaman kompetitif memastikan game tetap populer.
  • Tekken 8: Meskipun memiliki alur cerita yang rumit dan seringkali membingungkan, game ini berkembang berkat sistem pertarungan yang mendalam dan daya tarik kompetitif.

Game dengan Sistem Loot dan Progresi yang Adiktif

  • Borderlands 3: Meskipun ceritanya mendapat kritik, gameplay tembak-menembak yang chaotic dan sistem loot tetap kuat untuk membawa game ini tetap menarik.
  • Diablo III: Ceritanya dianggap lebih lemah dibandingkan pendahulunya, namun gameplay yang adiktif dalam hal pertarungan dan progresi loot membuat pemain terpaku selama ratusan jam.

Game dengan Gameplay Inovatif dan Sederhana

  • Super Mario Bros.: Ceritanya sangat sederhana, namun desain platforming dan inovasi gameplay menjadikannya salah satu game paling berpengaruh sepanjang masa.
  • Metal Gear Solid V: The Phantom Pain: Dipuji karena gameplay yang "hampir sempurna" dan desain misi yang terbuka. Ceritanya dikritik sebagai "tidak terarah" dan tidak lengkap, terutama di paruh kedua, sehingga gameplay menjadi sorotan utama.

Game dengan Dunia Terbuka dan Mekanik Destruksi

  • Just Cause 3: Ceritanya sebagian besar bisa dilupakan, namun dunia terbuka yang bisa dihancurkan, mekanik traversal, dan gameplay yang didorong oleh kekacauan menjadi fokus utama.
  • Far Cry 4: Meskipun memiliki narasi, banyak pemain lebih tertarik dengan kebebasan untuk menjelajahi dan mekanik gameplay yang ditawarkan.

Kesimpulan

Game-game ini membuktikan bahwa gameplay yang solid dapat menjadi daya tarik utama, bahkan jika ceritanya tidak terlalu menonjol. Bagi para pemain, keterlibatan dalam sistem dan mekanik permainan seringkali lebih penting daripada pemahaman akan alur cerita. Meskipun cerita tetap bisa menambah pengalaman, tidak semua game membutuhkannya untuk sukses.

"Ketika gameplay terasa memuaskan, pemain akan terus kembali meski alur cerita terasa aneh atau tidak masuk akal."