Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk menangguhkan pajak bensin federal dalam upaya menekan harga bahan bakar yang terus meningkat akibat ketegangan dengan Iran. Langkah ini diumumkan setelah Trump menyatakan secara tegas bahwa pemerintah akan menghapus pajak bensin untuk sementara waktu.
Namun, Trump tidak dapat melaksanakan rencana ini sendirian. Ia membutuhkan dukungan Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang diperlukan. Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat sebelumnya telah mengajukan proposal serupa, dan pada Senin (6/5/2024), beberapa anggota Partai Republik juga menyatakan dukungan mereka. Meskipun demikian, tidak ada jaminan bahwa proposal ini akan disetujui.
Ketidakpastian ini bukan tanpa alasan. Kongres belum pernah menyetujui cuti pajak bensin sebelumnya, termasuk ketika Presiden Joe Biden mengajukan proposal serupa pada tahun 2022. Pada Senin, Ketua Mayoritas Senat John Thune menyatakan bahwa ia tidak pernah mendukung ide tersebut, tetapi bersedia mendengarkan argumen dari senator yang mendukungnya.
Dampak terhadap Harga Bensin
Pajak bensin federal saat ini sebesar 18,4 sen per galon. Jika ditangguhkan, dampaknya terhadap harga bensin hanya akan bersifat marginal. Harga rata-rata bensin saat ini mencapai $4,52 per galon, naik 38,5 sen dalam sebulan terakhir dan lebih dari $1,50 sejak dimulainya perang dengan Iran. Penangguhan pajak ini tidak akan secara signifikan menurunkan harga bensin.
Selain itu, penangguhan pajak bensin juga akan mengurangi pendapatan dana trust jalan raya sebesar miliaran dolar. Ada juga kekhawatiran bahwa pengurangan pajak ini tidak sepenuhnya dinikmati oleh konsumen. Menurut Washington Post, pajak bensin tidak dipungut langsung di pompa bensin, sehingga sebagian penghematan bisa saja mengalir ke perusahaan minyak.
Solusi Alternatif untuk Menurunkan Harga Bensin
Cara paling efektif untuk menurunkan harga bensin adalah dengan mengakhiri perang dengan Iran. Namun, langkah ini tidak akan memberikan dampak instan. Pada Minggu (5/5/2024), Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian terbaru AS dengan menyatakan bahwa tanggapan tersebut adalah “SANGAT TIDAK DAPAT DITERIMA”.
Sementara itu, kabar baik datang dari sisi kesehatan. Studi terbaru menunjukkan bahwa kopi tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Temuan ini merupakan hasil dari penelitian ilmiah yang panjang dan mendalam.