Calon gubernur California dari Partai Demokrat, Xavier Becerra, mencuat dalam jajak pendapat menjelang pemilihan mendatang. Ia mengejutkan wartawan KTLA dengan tuduhan bahwa wawancara yang akan dilakukan bersifat 'jebakan' sebelum kamera mulai merekam.

Becerra, mantan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan di bawah pemerintahan Biden, menekan reporter KTLA 5, Annie Rose Ramos, untuk memastikan bahwa wawancara tersebut akan berfokus pada profil dirinya, bukan hanya pertanyaan sulit.

"Ngomong-ngomong, ini adalah wawancara profil. Ini bukan wawancara jebakan, kan?"
tanya Becerra setelah kamera menyala.

Ramos menjawab dengan diplomatis, "Saya pikir pertanyaan-pertanyaan ini adil. Tujuannya untuk mengenal Anda sebagai calon."

"Selama itu tentang profil," ujar Becerra.
"Saya tidak tahu bagaimana Anda mendefinisikan profil, tapi saya ingin memulai wawancara sekarang," sambung Ramos.

Becerra kemudian menjelaskan definisinya, "Profil menurut saya adalah pembahasan tentang semua yang telah saya lakukan, apa yang ingin saya lakukan, disertai dengan beberapa pertanyaan sulit. Tapi bukan hanya pertanyaan sulit saja."

Insiden ini menjadi sorotan setelah Ramos ditanyai oleh pembawa acara pagi KTLA mengenai komentar Becerra. Ramos mengaku terkejut karena kandidat lain yang diwawancarainya, Tom Steyer (D) dan Chad Bianco (R), tidak membuat permintaan serupa.

Selama wawancara, Ramos menekan Becerra tentang masa jabatannya sebagai Menteri Kesehatan dari 2021 hingga 2025. Ia menanyakan laporan tahun 2023 yang menyebutkan bahwa departemennya tidak dapat menemukan 85.000 anak yang masuk ke AS dan seharusnya dimonitor oleh pemerintah.

Becerra balik bertanya, "Apakah itu poin pembicaraan dari Donald Trump?" Ramos kemudian mengklarifikasi bahwa informasi tersebut berasal dari artikel The New York Times.

Becerra juga mendapat sorotan karena pernyataannya mengenai mantan anggota Kongres Eric Swalwell dalam debat gubernatorial di News Nation. Ia mengakui bahwa "banyak dari kami mendengar rumor" tentang tindakan Swalwell saat menjabat sebagai Ketua Kaukus Demokrat. Swalwell, yang sebelumnya menjadi kandidat unggulan, mundur dan mengundurkan diri dari Kongres akibat skandal tersebut. Saat ini, ia tengah menghadapi beberapa investigasi terkait tuduhan pelecehan seksual di Los Angeles, Manhattan, dan Departemen Kehakiman AS.

Sumber: The Wrap