Sinclair melalui CEO-nya, Chris Ripley, menegaskan keyakinan penuh bahwa merger senilai $6,2 miliar antara Nexstar dan Tegna akan tetap terlaksana, meski menghadapi gugatan antitrust dari sejumlah jaksa agung negara bagian.

Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama yang digelar Kamis (16/5), Ripley menyatakan, "Kami yakin gugatan terhadap merger ini sangat lemah secara hukum. Kami bahkan dapat memitigasi risiko serupa pada transaksi di masa depan."

Pernyataan tersebut disampaikan Ripley saat menjawab berbagai pertanyaan mengenai posisi Sinclair terkait merger dan akuisisi di industri stasiun televisi lokal, khususnya menyikapi rencana merger pesaingnya.

Sinclair, yang juga memiliki sejumlah stasiun televisi lokal, memandang merger Nexstar-Tegna sebagai langkah strategis dalam memperkuat dominasi pasar media lokal. Meskipun gugatan hukum tengah berlangsung, Ripley menekankan bahwa merger tersebut memiliki landasan yang kuat secara bisnis dan hukum.

Lebih lanjut, Ripley menambahkan bahwa Sinclair siap mengambil langkah-langkah hukum untuk memastikan kelancaran proses merger, termasuk dengan menantang gugatan yang dianggapnya tidak berdasar tersebut.

Sumber: The Wrap