Dalam presentasi upfront yang digelar Rabu (15/5), Ryan Gould dan Robert Voltaggio—co-presiden iklan Warner Bros. Discovery (WBD)—berusaha menenangkan para pengiklan yang cemas menyaksikan merger senilai $110 miliar dengan Paramount Global tengah dalam proses. "Kami ingin membahas hal yang selama ini jadi pembicaraan—atau lebih tepatnya, gajah di ruangan ini," ujar Voltaggio kepada para pengiklan.

Meskipun perubahan besar tengah terjadi, baik di internal WBD maupun industri media secara keseluruhan, Gould menekankan bahwa perusahaan telah terbiasa menghadapi tantangan serupa. "Kami tidak gentar. Kami menghadapi momen ini dan terus bergerak maju demi kepentingan Anda," katanya.

Voltaggio menambahkan bahwa merek, konten, dan cerita WBD akan tetap tersedia bagi para pengiklan "secara optimal". "Kami mendorong Anda untuk terus terlibat dengan cara-cara baru dan kreatif, karena kami tengah berada dalam fase luar biasa dengan relevansi budaya yang sulit diabaikan," imbuh Gould.

Proses Regulasi Masih Berat

Presentasi tersebut disampaikan tak lama setelah para pemegang saham WBD menyetujui merger pada April lalu. Namun, proses ini masih menunggu persetujuan dari berbagai pihak, termasuk regulator di Inggris dan Amerika Serikat.

Di Inggris, otoritas sedang memulai tinjauan terhadap merger tersebut. Sementara di AS, Komisi Komunikasi Federal (FCC) diminta menyetujui investasi asing dalam merger, yang mencakup 49,5% ekuitas perusahaan gabungan. Para eksekutif juga menyatakan tidak ada hambatan hukum setelah masa tinjauan Hart-Scott-Rodino oleh Departemen Kehakiman AS berakhir, meski regulator masih berhak campur tangan kapan saja.

Selain itu, sejumlah jaksa agung negara bagian AS, dipimpin oleh Rob Bonta dari California, tengah meninjau merger ini. Bonta sebelumnya menyebutkan bahwa "banyak bendera merah" dalam merger semacam ini dan menyatakan negara-negara bagian siap bertindak cepat. Namun, ia tidak memberikan timeline pasti kapan keputusan akan diambil.

Dalam pengajuan regulasi terbaru, Paramount mengungkapkan telah menerima subpoena atau permintaan investigasi dari beberapa jaksa agung negara bagian terkait dampak kompetitif merger. Perusahaan tidak menyebutkan berapa banyak atau siapa saja jaksa agung yang mengirimkan permintaan tersebut.

"Kami terus bekerja sama dengan para jaksa agung negara bagian dalam menanggapi permintaan mereka," kata Paramount dalam pernyataan resmi.

Konsekuensi Jika Merger Tertunda atau Gagal

Jika merger tidak selesai pada 30 September 2024, para pemegang saham WBD akan menerima kompensasi tambahan sebesar 25 sen per lembar saham untuk setiap kuartal hingga proses selesai. Sebaliknya, jika merger gagal karena alasan regulasi, Paramount akan membayar denda pemutusan kontrak sebesar $7 miliar kepada WBD.

Sumber: The Wrap