Chip Roy, anggota Kongres Partai Republik yang tengah mencalonkan diri sebagai calon jaksa agung Texas, kembali mencuat dengan usulan kontroversial. Setelah sebelumnya mendorong undang-undang yang dianggap menargetkan umat Muslim dengan dalih melawan syariah, Roy kini mengalihkan perhatiannya ke kelompok sosialis.

Roy mengajukan rancangan undang-undang yang memungkinkan deportasi terhadap imigran—termasuk warga negara Amerika Serikat—yang menganut prinsip kesetaraan ekonomi. RUU tersebut diberi judul "Measures Against Marxism’s Dangerous Adherents and Noxious Islamists (MAMDANI) Act of 2026", sebuah plesetan dari nama Zohran Mamdani, walikota New York City yang beragama Muslim dan beraliran sosialis.

Roy bukanlah yang pertama mengusulkan RUU serupa. Pada Juli 2023, Rep. Mike Lawler (R-N.Y.) meluncurkan "Measuring Adverse Market Disruption And National Impact Act" untuk menentang rencana Mamdani mendirikan toko kelontong milik pemerintah kota. Sementara itu, Rep. Buddy Carter (R-Ga.) mengajukan "Moving American Money Distant from Anti-National Interests Act" pada November 2023, yang melarang dana federal mengalir ke New York City selama masa jabatan Mamdani.

Ancaman terhadap Kebebasan Berpolitik

RUU Roy dianggap sebagai serangan frontal terhadap kebebasan berpolitik. Ia mengusulkan perubahan pada undang-undang imigrasi yang saat ini melarang masuknya imigran yang berafiliasi dengan partai komunis atau totaliter. Roy ingin memperluas larangan tersebut untuk mencakup siapa pun yang berafiliasi dengan partai sosialis.

Lebih jauh, RUU ini juga akan menolak masuknya siapa pun yang menganjurkan atau berafiliasi dengan organisasi yang mendukung doktrin sosialisme ekonomi, internasional, atau pemerintahan. Klausul ini mencakup tokoh-tokoh seperti Mamdani atau Bernie Sanders, yang menganut sosialisme demokratis.

Menurut definisi dalam RUU tersebut, sosialisme meliputi setiap gerakan yang menggunakan kekuasaan politik—baik melalui cara kekerasan maupun damai untuk mengurangi kesenjangan kelas. Frasa "cara damai" ini secara efektif menargetkan siapa pun yang secara terbuka memperjuangkan pemerataan ekonomi.

RUU ini juga secara eksplisit menyebut Democratic Socialists of America (DSA) sebagai partai sosialis. Beberapa anggota DSA saat ini menjabat sebagai pejabat terpilih, termasuk Rep. Alexandria Ocasio-Cortez (D-N.Y.).

Dampak terhadap Warga Negara dan Imigran

Larangan terhadap advokasi sosialisme tidak hanya berlaku bagi calon imigran. RUU Roy juga mengancam warga negara Amerika Serikat yang telah naturalisasi jika mereka pernah menganjurkan atau berafiliasi dengan organisasi yang dianggap mendukung sosialisme. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak konstitusional untuk berpendapat dan berpolitik.

Para pengkritik menilai RUU ini sebagai upaya untuk membersihkan progresivisme dari Amerika Serikat. Mereka juga menyoroti bahwa definisi sosialisme dalam RUU tersebut terlalu luas dan dapat menjerat siapa pun yang mendukung kebijakan ekonomi yang lebih inklusif.