Pemerintah federal selama puluhan tahun diam-diam menggunakan dana pajak warga Amerika Serikat untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang melibatkan anggota Kongres. Berdasarkan dokumen dari Kantor Hak-Hak Tempat Kerja Kongres dan perwakilan Partai Republik, Nancy Mace, terungkap bahwa sejak 2004 hingga 2017, pemerintah telah membayar lebih dari $338.000 untuk menyelesaikan enam kasus pelecehan seksual terhadap anggota Kongres atau staf mereka.
Pada tahun berikutnya, Kongres melarang pemerintah federal membayar penyelesaian kasus pelecehan seksual. Mace menyatakan bahwa ia berencana untuk mempublikasikan catatan tersebut secara terbuka setelah memastikan bahwa informasi pribadi korban dan saksi telah disunting dengan benar. "Akuntabilitas bukanlah ancaman, melainkan janji," ujarnya.
Menurut perhitungan Mace, enam anggota Kongres yang terlibat antara lain mantan anggota DPR Partai Demokrat, Eric Massa ($115.000) dan John Conyers ($77.000), serta anggota Partai Republik, Blake Farenthold ($84.000) dan Patrick Meehan ($39.000). Kasus Farenthold dan Meehan sebelumnya sudah diketahui publik, namun jumlah pasti pembayaran baru terungkap melalui dokumen ini.
Selain itu, terdapat dua pembayaran rahasia lainnya: satu senilai $8.000 atas nama mantan anggota DPR Partai Demokrat, Carolyn McCarthy, dan satu lagi senilai $15.000 untuk mantan anggota DPR Partai Republik, Rodney Alexander. Alexander mengklaim pembayaran tersebut terkait dengan tuduhan terhadap salah satu stafnya pada saat itu. Sementara itu, mantan asisten McCarthy tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan oleh Politico.
Pembayaran-pembayaran ini semakin mendapat sorotan setelah munculnya tuduhan pelecehan seksual terhadap mantan anggota DPR, Eric Swalwell dan Tony Gonzales. Kasus ini menunjukkan minimnya akuntabilitas para pemimpin Kongres yang justru menyembunyikan perilaku buruk mereka dengan menggunakan uang publik.