Senator AS Elizabeth Warren kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana merger antara Paramount Global dan Warner Bros. Discovery. Ia memperingatkan bahwa penggabungan kedua perusahaan media raksasa tersebut akan merugikan masyarakat luas, dengan menggunakan serial televisi Severance sebagai contoh.
"Inilah hal paling menyeramkan dari serial Severance," kata Warren dalam unggahan di platform X pada Senin (11/5/2026). "Serial seperti Severance bisa lenyap sepenuhnya jika satu studio memiliki kendali monopoli atas Hollywood — dan itu yang tengah didorong oleh Donald Trump."
Warren menjelaskan bahwa naskah Severance sempat ditawarkan ke berbagai studio selama bertahun-tahun namun tidak kunjung mendapatkan respons. Baru setelah studio tertentu bersedia memproduksinya, serial tersebut akhirnya bisa tayang. "Bayangkan jika hanya ada satu atau dua studio yang bisa diajak berkolaborasi. Mungkin Severance tak akan pernah ada," ujarnya.
Menurut Warren, merger besar di industri media tidak hanya akan membatasi pilihan tayangan, tetapi juga berpotensi menaikkan harga dan mengurangi kebebasan kreasi. "Ketika Paramount ingin membeli Warner Bros., dan Paramount dikendalikan oleh keluarga pro-Trump, The Ellisons, ini menjadi masalah besar," tegasnya.
Warren juga menekankan pentingnya mencegah konsolidasi media yang dapat dikuasai oleh satu kelompok tertentu. "Saya tidak ingin semua film dan tayangan dikendalikan oleh dinasti pro-Trump. Itulah mengapa saya angkat suara," katanya. "Kita tidak boleh membiarkan Donald Trump mengontrol apa yang kita tonton."
Serial Severance, yang diciptakan oleh Dan Erickson dan diproduseri Ben Stiller, awalnya dikembangkan pada 2015. Setelah ditolak beberapa studio, Apple TV akhirnya mengambil proyek tersebut pada 2019. Tayangan perdana serial ini dimulai pada Februari 2022, dengan musim kedua yang tayang awal 2025, dan musim ketiga masih dalam produksi.
Sebelumnya, Warren juga menyoroti bagaimana Paramount memenangkan lelang akuisisi Warner Bros. dibandingkan Netflix pada Februari lalu. Ia menegaskan bahwa merger ini berpotensi merugikan konsumen melalui kenaikan harga dan pengurangan pilihan. "Apa yang dikatakan pejabat Trump kepada CEO Netflix di Gedung Putih? Sekelompok miliarder pro-Trump berusaha menguasai apa yang Anda tonton dan mengenakan harga sekehendak mereka," ujar Warren. "Dengan adanya tuduhan korupsi di Departemen Kehakiman Trump, kini giliran rakyat Amerika dan jaksa agung negara bagian untuk menegakkan hukum."