Ketika pemain profesional New York Red Bulls tiba di fasilitas latihan terbaru mereka di Morris Township, New Jersey, mereka tak jarang akan bertemu dengan sekelompok anak berusia 9 tahun yang sedang berlatih. Fasilitas senilai $100 juta ini, yang resmi dibuka pada April 2024, dirancang tidak hanya untuk pemain utama Major League Soccer, tetapi juga untuk sekitar 6.000 anak yang mengikuti program akademi dan kamp sepak bola tahunan klub.

"Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang dapat kami kembangkan — bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan," ujar Marc de Grandpré, Presiden dan General Manager Red Bull New York. "Kesuksesan tim utama kami bergantung pada kesuksesan akademi kami."

Fasilitas yang diberi nama RWJBarnabas Health Red Bulls Performance Center ini mencakup lahan seluas 80 hektar dengan delapan lapangan sepak bola berukuran penuh, termasuk satu lapangan pertandingan berkapasitas 350 kursi. Selain itu, terdapat pusat kebugaran, ruang fisioterapi, ruang kelas, dan aula makan untuk pembinaan tim. Saat ini, fasilitas ini menjadi pusat latihan utama bagi Red Bulls dan tim cadangan Red Bull New York II, serta tempat latihan akademi pengembangan pemain muda mulai dari kelompok usia di bawah 10 tahun hingga di bawah 18 tahun.

Alih-alih memisahkan pemain muda dari pemain profesional, Red Bulls memilih untuk menyatukan mereka di bawah satu atap. Strategi ini bertujuan untuk memotivasi dan mengembangkan talenta muda dengan memberikan inspirasi langsung. "Ketika Anda berada di ruang pertemuan akademi, Anda bisa melihat dari jendela pemain tim utama berlatih," kata Julian de Guzman, Kepala Bidang Olahraga Red Bull New York. "Itulah tempat yang ingin Anda capai suatu hari nanti. Dan itu adalah pengingat yang selalu ada setiap hari."

Menurut de Guzman, pendekatan ini sudah umum di Eropa, di mana akademi klub sepak bola profesional menjadi sumber talenta baru yang berharga. Red Bull, yang juga memiliki tim olahraga profesional lain termasuk klub sepak bola di Leipzig, Jerman, dan Salzburg, Austria, kini menerapkan model serupa di Amerika Serikat. Untuk mewujudkannya, mereka bekerja sama dengan firma arsitektur global Gensler, yang memiliki pengalaman luas dalam merancang fasilitas latihan olahraga. Proyek sebelumnya meliputi fasilitas latihan untuk tim WNBA Las Vegas Aces dan tim basket profesional di Phoenix.

Kristin Byrd, perancang utama fasilitas Red Bulls, menjelaskan bahwa tim memiliki harapan tinggi terhadap fungsionalitas ruang dan kesesuaiannya dengan standar fasilitas kelas dunia milik klub lain, terutama tim sepak bola Eropa milik Red Bull. Salah satu tuntutan utama adalah memastikan pemain tetap terhubung dengan lapangan. Hal ini diwujudkan melalui desain yang sangat transparan, dengan pusat kebugaran seluas 4.600 kaki persegi yang menghadap langsung ke lapangan utama melalui dinding kaca setinggi dua lantai. Bahkan aula makan dan kolam hidroterapi dirancang dengan pandangan jelas ke lapangan.