MIAMI, Florida — Grand Prix Miami 2024 akhirnya hadir setelah jeda panjang, namun musim balap Formula 1 kali ini diprediksi akan diwarnai oleh cuaca ekstrem. Pada hari Minggu, saat lomba utama digelar, diperkirakan akan terjadi badai petir dan hujan lebat yang dapat memengaruhi jalannya perlombaan.

Cuaca menjadi sorotan utama sejak sesi media pada Kamis (30/5). Prakiraan menunjukkan hujan deras dan kilat menyambar pada hari perlombaan, mendorong pembalap dan tim untuk membahas strategi menghadapi kondisi tersebut. Bahkan, Federasi Otomotif Internasional (FIA) tengah mempertimbangkan perubahan jadwal akhir pekan jika cuaca semakin memburuk.

Oscar Piastri, pembalap McLaren, mengungkapkan:

"Ini akan menarik. Saya rasa tidak banyak dari kami yang pernah mengemudikan mobil ini dalam kondisi basah, kecuali beberapa di Barcelona saat sesi shakedown. Mobil-mobil ini memiliki karakteristik unik, dan hujan di Miami biasanya datang dengan deras. Kami akan melihat bagaimana semuanya berjalan."

Sergio Pérez, pembalap tim Cadillac, menambahkan:

"Saya tahu nanti akan ada pertemuan dengan FIA untuk mengecek ulang skenario hari Minggu. Prakiraannya terlihat sangat buruk, jadi kami akan lihat apakah ada perubahan jadwal akhir pekan ini."

FIA telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait antisipasi cuaca. Seorang juru bicara FIA menyatakan, "Kami terus memantau prakiraan cuaca untuk akhir pekan ini. Tahun lalu, kami menghadapi situasi serupa di Miami dengan ancaman badai petir, sehingga kami memiliki rencana kontingensi dan akan mengaktifkannya jika diperlukan untuk meminimalkan gangguan pada program di lintasan."

Pada Grand Prix Miami 2023, hujan lebat pada Sabtu memaksa pembatalan balapan F1 Academy kedua. Balapan F1 Sprint juga dimulai dalam kondisi sulit, di mana Charles Leclerc mengalami kecelakaan sebelum start. Saat ini, prakiraan menunjukkan kemungkinan hujan pada pagi hari dan badai petir berat pada sore hari Minggu, dengan peluang hujan mencapai 85% dan curah hujan hingga setengah inci.

Kompleksitas situasi bertambah karena sebagian besar pembalap belum terbiasa mengemudikan mobil tahun ini dalam kondisi basah. Piastri menekankan hal ini dalam konferensi pers FIA. "Mobil-mobil ini sangat menantang untuk dikendarai dalam hujan karena karakteristiknya yang berbeda," ujarnya.

Kimi Antonelli, pemimpin klasemen pembalap saat ini, mengaku pernah merasakan tantangan mengemudi dalam kondisi basah.

"Saya pernah mengemudikan mobil ini saat shakedown di Silverstone dalam kondisi basah, dan memang sangat sulit. Meskipun demikian, kami harus siap menghadapi segala kemungkinan."

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, seluruh pihak—dari pembalap hingga tim dan FIA—bersiap menghadapi tantangan besar di Grand Prix Miami 2024. Perubahan jadwal atau penyesuaian teknis mungkin saja terjadi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran lomba.

Sumber: SB Nation