Pasukan Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman setelah kapal tersebut mencoba menghindari blokade laut AS, demikian pernyataan Presiden Donald Trump pada Minggu (12/5).
Ini merupakan penyitaan pertama dan kapal pertama yang ditembaki sejak blokade AS diberlakukan pekan lalu sebagai respons terhadap tindakan Iran yang dinilai menutup Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Dampak terhadap harga minyak
Harga minyak melonjak pada Minggu malam menyusul eskalasi terbaru konflik AS-Iran. Trump mengunggah di Truth Social bahwa kapal USS Spruance telah memberikan peringatan kepada kapal Iran bernama Touska untuk berhenti. Namun, kru Iran menolak, sehingga kapal AS menghentikan pergerakan kapal tersebut dengan menembakkan peluru ke ruang mesin.
Menurut pernyataan Komando Pusat AS pada Minggu malam, Spruance menembakkan beberapa tembakan dari meriam 5-inch MK 45 ke ruang mesin kapal Touska.
Reaksi Iran
Militer Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menyebut tindakan tersebut sebagai pembajakan maritim. Mereka juga mengancam akan memberikan tanggapannya dalam waktu dekat, sebagaimana diberitakan media resmi negara tersebut.
Ancaman Trump terhadap Iran
Dalam unggahan terpisah di Truth Social pada Minggu pagi, Trump mengancam,
"Jika Iran tidak menerima kesepakatan, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. Cukup sudah, tidak ada lagi Mr. Nice Guy!"
Latar belakang konflik
Blokade AS diberlakukan sebagai respons terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang dianggap mengancam pasokan minyak global. Konflik ini telah menyebabkan ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.