Pengawasan AI di Tempat Umum: Risiko yang Tak Terlihat
Penggunaan kamera cerdas dengan teknologi pengenalan wajah kini marak di berbagai tempat umum, mulai dari kasino hingga arena olahraga. Meskipun sistem ini umumnya hanya digunakan untuk pengawasan rutin, kasus di Madison Square Garden (MSG) menunjukkan dampak yang jauh lebih serius. James Dolan, pemilik MSG, diduga menyalahgunakan sistem ini untuk menargetkan individu tertentu, termasuk perempuan trans bernama Nina Richards.
Pelacakan selama Dua Tahun Tanpa Alasan
Menurut investigasi yang dilakukan oleh Wired, John Eversole, kepala keamanan MSG, memerintahkan stafnya untuk memata-matai Richards sejak 2021 hingga 2023. Selama periode ini, tim keamanan secara rutin menggunakan kamera pengenalan wajah untuk melacak setiap gerakannya, mulai dari saat ia memasuki arena hingga saat ia meninggalkan kursi untuk ke toilet atau berbincang dengan staf.
Seorang mantan karyawan MSG yang memilih tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Wired:
"Dia tidak mengambil foto di area terlarang. Dia tidak mencoba masuk ke tempat yang tidak seharusnya dia kunjungi. Dia hanya seorang perempuan trans yang menjadi penggemar, berjalan-jalan di sana. Tapi karena identitas gendernya, dia dijadikan target."
Pembatasan Akses tanpa Dasar
Eversole diduga sangat terobsesi dengan kehadiran Richards di dekat lapangan. Ia memerintahkan stafnya untuk memastikan Richards "tidak mendekati pemain". Padahal, Richards tidak pernah melakukan pelanggaran apa pun. Namun, karena identitas gendernya, ia tetap diprofilkan sebagai ancaman.
Menurut gugatan yang diajukan oleh mantan petugas keamanan MSG, Donnie Ingrasselino, Eversole bahkan memerintahkan staf untuk membuat "dokumen kerja" atau work-ups tentang Richards. Dokumen ini berisi catatan aktivitasnya selama berada di dalam arena.
Pembatasan Akhir yang Kontroversial
Setelah dua tahun pelacakan tanpa alasan yang jelas, Richards akhirnya dilarang masuk ke MSG. Ingrasselino menuduh Eversole "membuat tuduhan palsu" untuk membenarkan pembatasan tersebut. Ia mengklaim bahwa Eversole takut jika kamera siaran menangkap kehadiran Richards, hal itu dapat "merusak reputasi MSG".
Dampak terhadap Privasi dan Keamanan
Kasus ini menyoroti risiko besar dari penggunaan teknologi pengawasan yang tidak diatur dengan baik. Meskipun sistem pengenalan wajah sering dipasarkan sebagai alat keamanan, kasus Richards menunjukkan bahwa teknologi ini juga dapat disalahgunakan untuk menargetkan individu tertentu tanpa alasan yang jelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang etika dan regulasi penggunaan AI dalam pengawasan publik.
Tanggapan dan Implikasi Hukum
MSG belum memberikan tanggapan resmi mengenai kasus ini. Namun, gugatan yang diajukan Ingrasselino menunjukkan bahwa praktik pengawasan yang dilakukan oleh Eversole telah melanggar hak-hak privasi dan kebebasan individu. Kasus ini juga menjadi perhatian bagi kelompok advokasi hak asasi manusia, yang menyerukan regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan teknologi pengawasan di tempat umum.