Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, kini mungkin menyesali ucapan kontroversialnya yang viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas di platform X (sebelumnya Twitter), ia berbicara kepada Fox News sebelum memasuki ballroom di Washington Hilton, tempat acara White House Correspondents' Dinner (WHCD) dijadwalkan berlangsung.

Leavitt mengatakan, "Acara ini akan lucu, menghibur, dan akan ada beberapa tembakan di dalam ruangan malam ini. Jadi, semua orang harus menyaksikannya. Ini akan sangat bagus. Saya menantikan untuk mendengarnya."

Sayangnya, ucapan tersebut menjadi viral setelah seorang pria ditangkap aparat karena membawa senjata api dan pisau ke lokasi acara. Insiden ini menyebabkan acara WHCD dibatalkan secara mendadak. Leavitt pun menjadi sorotan karena ucapannya yang dianggap tidak tepat pada momen tersebut.

Video ucapan Leavitt tersebut diunggah oleh akun X @Acyn dan dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak pengguna yang menanggapi dengan sindiran, salah satunya menulis, "Ini tidak akan membantu dia melawan teori konspirasi." Ucapan Leavitt juga memicu spekulasi liar, mulai dari tuduhan bahwa ia "tahu sesuatu" hingga tuduhan bahwa insiden ini disengaja untuk memanipulasi opini publik.

Namun, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang membela Leavitt. Mereka mengingatkan bahwa frasa "shots fired" juga bisa berarti "serangan verbal" atau "lelucon tajam" dalam konteks humor.

Insiden Penembakan di WHCD

Presiden Donald Trump sempat dievakuasi dari lokasi acara setelah terdengar suara tembakan di Washington Hilton. Acara tersebut pun dibatalkan, dan Trump menyatakan akan menjadwal ulang perayaan WHCD dalam waktu satu bulan ke depan. Ia juga menyebut bahwa dirinya siap memberikan pidato yang lebih keras dari yang direncanakan.

Trump menambahkan, "Saya bilang kepada tim saya, 'Ini akan menjadi pidato paling tidak pantas yang pernah saya sampaikan.' Tapi saya tidak tahu apakah saya bisa sekeras yang akan saya sampaikan malam ini. Mungkin saya akan lebih baik."

Ia juga mengonfirmasi bahwa tersangka, seorang pria asal California, telah ditangkap. Trump menyebut tersangka sebagai "orang sakit" dan mengungkapkan bahwa seorang agen Secret Service terkena tembakan namun dalam kondisi baik karena mengenakan rompi anti peluru.

Kepala Polisi Sementara Washington D.C., Jeffrey W. Carroll, mengungkapkan bahwa tersangka membawa senjata berupa senapan, pistol, dan beberapa pisau. Ia juga menyatakan bahwa tersangka tidak terkena tembakan dan bertindak sendirian.

Sumber: The Wrap