Kesepakatan antara Cincinnati Bengals dan New York Giants untuk mengirimkan defensive tackle Dexter Lawrence ke Bengals dengan imbalan pilihan ronde pertama tampaknya dipicu oleh kegagalan perundingan serupa sebelumnya. Idealnya, transaksi ini terjadi saat pilihan ke-10 berada di meja pemilihan, sehingga Giants tidak perlu khawatir tertinggal oleh tim lain yang menebak-nebak pemain yang akan mereka target.
Namun, rencana tersebut tidak terwujud. Meskipun Cleveland Browns memilih pemain yang sama dengan posisi yang dibutuhkan Giants, hal itu tidak mengubah fakta bahwa transaksi Lawrence dilakukan lebih awal untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Menurut beberapa sumber liga, kegagalan perundingan Maxx Crosby antara Raiders dan Giants pada Maret lalu menjadi faktor kunci. Kedua tim khawatir akan hasil tes medis Lawrence, yang sebelumnya menjadi perhatian lebih rendah sebelum insiden Crosby. Saat itu, Crosby gagal tes medis sebelum perjanjiannya dengan Raiders disahkan, memaksa Giants untuk mencari solusi alternatif.
Contoh serupa terjadi pada transaksi A.J. Brown dari Tennessee Titans ke Philadelphia Eagles pada 2022. Transaksi tersebut diselesaikan saat pilihan Eagles sedang dipertimbangkan, mencegah Titans tertinggal oleh tim lain yang mungkin menyimpulkan mereka akan memilih pengganti Brown. Meskipun Treylon Burks tidak memenuhi harapan, hal itu tidak mengurangi pentingnya transaksi yang dilakukan tepat waktu.
Perjanjian Brown mungkin tidak terjadi dengan cara yang sama setelah insiden Crosby. Meskipun tim memiliki akses penuh terhadap catatan medis pemain, termasuk pemeriksaan fisik sebelumnya, semua transaksi tetap bergantung pada hasil tes medis akhir. Hal inilah yang terjadi pada Jumat lalu, ketika Minnesota Vikings dan Philadelphia Eagles menyepakati pertukaran pemain dengan Jonathan Greenard, menjaga kerahasiaan hingga tes medis dinyatakan lulus.
Tingkat risiko yang lebih tinggi inilah yang mendorong Bengals dan Giants untuk menyelesaikan transaksi Lawrence lebih awal. Meskipun ada cara untuk menjaga kerahasiaan, hal itu dinilai sulit untuk dilakukan. Keputusan untuk menyelesaikan transaksi segera diambil, meskipun memberi waktu lima hari bagi tim lain untuk menebak-nebak pemain yang akan dipilih Giants di posisi ke-10 dan berpotensi memotong antrean.
Lawrence dan Bengals juga harus menyelesaikan kontrak baru. Namun, Eagles telah melakukannya empat tahun lalu dengan Brown, dan kembali berhasil pada Jumat lalu dengan Greenard. Pada akhirnya, baik tes medis maupun kontrak menjadi alasan kuat bagi semua pihak untuk menyelesaikan transaksi Lawrence lebih awal.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan transaksi pemain dengan pilihan yang sedang dipertimbangkan akan terjadi di masa depan. Namun, transaksi semacam itu memerlukan rencana kontingensi yang jelas jika pemain gagal dalam tes medis. Dengan pilihan yang ada, keputusan untuk bertindak cepat menjadi langkah terbaik untuk menghindari kerugian yang lebih besar.