Setiap penulis memiliki proyek yang terus mereka kembangkan selama bertahun-tahun. Bagi sebagian besar, itu adalah buku. Tapi untuk Katie Dippold, itu adalah serial televisi berjudul Widow's Bay. Dippold, yang menciptakan, menyutradarai, dan memproduseri serial ini untuk Apple TV, telah memikirkan konsepnya selama hampir dua dekade. Selama masa itu, ia lebih banyak menulis komedi seperti The Heat, Spy, dan Ghostbusters.

Inspirasi Widow's Bay berasal dari kenangan masa kecil Dippold di New Jersey pada tahun 1980-an. Ia sering berjalan melewati sebuah rumah yang konon berhantu bersama teman-temannya. "Saya merasa sangat senang saat akan keluar pada malam musim panas karena tahu saya akan ketakutan, tapi kami juga tertawa dan itu sangat komunal," ujarnya kepada TheWrap. "Itu adalah perasaan yang ingin saya tangkap seumur hidup."

Dippold pertama kali menulis naskah pilot Widow's Bay 18 tahun lalu. Versi awal inilah yang membawanya mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai penulis di sitkom NBC Parks and Recreation pada 2009. "Saya pikir itu memberi Mike Schur gambaran tentang selera humor saya," katanya. "Tapi naskah itu sangat berbeda. Versi lama sangat fokus pada lelucon dan terasa seperti parodi. Saya ingin Widow's Bay terasa seperti tempat nyata di dunia nyata. Tempat yang ingin saya kunjungi, meski saya tahu akan mati seketika."

Sebagai penggemar horor, Dippold menekankan pentingnya menjaga ketegangan dan konsekuensi dalam cerita. "Saya terus mengembangkan naskah ini, dan beberapa tahun lalu, akhirnya saya serius dan mulai memolesnya kembali," tambahnya. Setelah melalui proses panjang, publik kini dapat menyaksikan hasil kerja kerasnya. Dua episode pertama Widow's Bay tayang perdana pada 1 Mei 2024 di Apple TV.

Perjalanan dari Naskah Pertama hingga Serial yang Lebih Matang

Widow's Bay berlatar di sebuah kota fiksi di New England yang konon berhantu. Versi awal naskah bahkan sudah menampilkan karakter-karakter yang sama dengan serial final, seperti Wali Kota Tom Loftis yang keras kepala (diperankan Matthew Rhys) dan Patricia yang cemas secara sosial (diperankan Kate O'Flynn). Namun, serial yang tayang sekarang jauh lebih gelap, menakutkan, dan realistis dibandingkan versi yang membuatnya diterima di Parks and Recreation.

Serial ini mengikuti Loftis yang berusaha menjadikan kotanya sebagai tujuan wisata setara Martha's Vineyard. Namun, ia harus menghadapi fakta bahwa takhayul, hilangnya orang secara misterius, dan kematian yang tak terjelaskan selama berabad-abad mungkin disebabkan oleh kutukan nyata. Dengan karakter-karakter yang hidup dan cerita yang menggabungkan horor dan komedi, Widow's Bay menawarkan pengalaman yang segar dan menegangkan.

"Saya ingin penonton merasakan ketegangan horor yang sesungguhnya, tetapi tetap bisa tertawa," kata Dippold. "Itulah yang membuat Widow's Bay berbeda dari kebanyakan horor komedi lainnya."

"Saya ingin tempat itu terasa nyata. Tempat yang ingin saya kunjungi, meski saya tahu akan mati seketika." — Katie Dippold, kreator Widow's Bay

Mengapa Horor Komedi Sulit Diciptakan?

Menciptakan keseimbangan antara horor dan komedi bukanlah tugas mudah. Terlalu banyak lelucon dapat merusak ketegangan, sementara terlalu serius dapat membuatnya terasa kaku. Dippold berhasil menemukan titik temu yang tepat dengan Widow's Bay.

  • Horor yang diambil serius: Dippold menekankan bahwa horor dalam serial ini bukan sekadar bumbu, melainkan inti dari cerita. Ia ingin penonton merasakan ketakutan yang nyata, bukan hanya ketawa.
  • Komedi yang organik: Humor dalam Widow's Bay muncul secara alami dari karakter dan situasi, bukan dipaksakan. Hal ini membuatnya terasa lebih autentik.
  • Karakter yang kuat: Setiap karakter dalam serial ini memiliki kedalaman dan motivasi yang jelas, sehingga penonton dapat terhubung secara emosional.

Dengan kombinasi yang tepat antara horor, komedi, dan karakter yang menarik, Widow's Bay siap menjadi salah satu serial terobosan tahun ini. Bagi penggemar horor yang mencari sesuatu yang segar atau penggemar komedi yang ingin tantangan baru, serial ini layak untuk ditonton.

Sumber: The Wrap