Sejak Rabu (17/4) lalu, tiga tim di Premier League telah memberhentikan setidaknya dua manajer musim ini. Dua di antaranya adalah Nottingham Forest—yang bahkan memberhentikan tiga pelatih dalam satu musim—dan Tottenham Hotspur. Keduanya tengah terlibat dalam pertarungan sengit menghindari degradasi. Pemberhentian manajer di kedua klub tersebut masuk akal karena mereka awalnya memiliki ekspektasi lolos ke kompetisi Eropa.
Namun, berbeda dengan Nottingham Forest dan Tottenham, Chelsea tidak menghadapi ancaman degradasi. Justru keputusan untuk memberhentikan Liam Rosenior inilah yang terasa aneh. Rosenior dipecat hanya sebulan setelah ditunjuk, padahal klub ini tidak sedang dalam krisis degradasi.
Rosenior: Pelatih dengan Masa Jabatan Terpendek di Chelsea
Rosenior sebenarnya sudah diprediksi bakal dipecat sejak awal. Sejak era Roman Abramovich, hampir semua manajer Chelsea hanya bertahan singkat. Rosenior sendiri diangkat pada 6 Januari 2024 menggantikan Enzo Maresca yang dipecat. Ia dipromosikan secara internal setelah sebelumnya melatih Strasbourg di Ligue 1—satu klub yang juga dimiliki oleh BlueCo, perusahaan induk Chelsea. Saat itu, ia langsung mendapatkan kontrak enam tahun.
"Perekrutan internal seperti ini sering kali tidak berhasil, baik bagi klub maupun pelatihnya."
Catatan Rosenior selama 13 pertandingan di Premier League sangat buruk: hanya 17 poin dari lima kemenangan dan dua hasil imbang. Empat kemenangan pertamanya diraih melawan tim-tim papan tengah ke bawah, seperti Brentford, Crystal Palace, West Ham, dan Wolves yang sudah terdegradasi. Setelah itu, performanya menurun drastis dengan hasil imbang melawan Leeds dan Burnley, serta kekalahan 2-1 dari Arsenal. Satu-satunya kemenangan signifikan terjadi pada 4 Maret 2024, saat Chelsea mengalahkan Aston Villa 4-1.
Chelsea: Klub dengan Tradisi Pemberhentian Manajer yang Panjang
Sejak era Abramovich, Chelsea dikenal sebagai klub yang sering mengganti manajer. Rosenior kini bergabung dengan daftar panjang pelatih yang dipecat, termasuk Frank Lampard, Thomas Tuchel, Graham Potter, dan terakhir Enzo Maresca. Meskipun memiliki dana besar, stabilitas manajerial di Chelsea masih menjadi masalah utama.
Keputusan untuk memberhentikan Rosenior hanya dalam waktu singkat menunjukkan bahwa klub ini masih mencari formula yang tepat untuk membangun tim yang kompetitif di Premier League.