Kebijakan terbaru Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr., menuai kontroversi setelah ia mencabut rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) yang melarang penggunaan tanning bed bagi anak di bawah 18 tahun. Keputusan ini diumumkan melalui laporan Los Angeles Times pada Rabu (12/6).
Sebelumnya, FDA berencana menerapkan aturan ketat yang melarang akses tanning bed bagi remaja dan mewajibkan pengguna dewasa untuk menandatangani surat pernyataan risiko kesehatan sebelum menggunakan alat tersebut. Aturan ini bertujuan mengurangi paparan sinar ultraviolet (UV) yang diketahui menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker.
Hubungan antara paparan UV dan kerusakan kulit pertama kali ditemukan pada tahun 1930-an. Namun, seruan untuk menghindari paparan UV secara agresif baru mulai didengungkan pada pertengahan 1980-an. Pada masa itu, FDA mulai mengeluarkan peringatan terhadap "pil penyamak", menetapkan batasan paparan sinar UV pada tanning bed, serta menyebarkan kampanye kesehatan nasional tentang "sisi gelap penyamakan".
Meskipun Kennedy tidak secara eksplisit memasukkan tanning bed sebagai bagian dari agenda "Make America Healthy Again" miliknya, praktik ini tampaknya menjadi bagian integral dari gaya hidupnya. Diketahui, pria berusia 72 tahun ini kerap mengunjungi salon tanning di Washington dan secara terbuka mempromosikan manfaatnya. Dalam beberapa pekan menjelang pemilihan presiden 2024, Kennedy bahkan menentang "perang" FDA terhadap "sinar matahari", serta isu-isu lain dalam industri kesehatan alternatif seperti susu mentah, hidroksiklorokuin, dan ivermectin sebagai obat Covid-19 ajaib.
Para pengikut ideologi alternatif Kennedy telah mengadopsi praktik tanning dalam rutinitas kesehatan mereka. Mereka bahkan mendorong pengikutnya untuk meninggalkan penggunaan tabir surya dan membangun "kalus surya"—istilah baru untuk toleransi terhadap sinar matahari yang diklaim dapat melindungi kulit dari kerusakan.
Keputusan Kennedy ini menuai kritik keras dari para ahli dermatologi di seluruh Amerika Serikat. Mereka menegaskan bahwa tanning bed meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk melanoma, jenis kanker kulit paling mematikan. Menurut American Academy of Dermatology, paparan UV dari tanning bed sebelum usia 35 tahun meningkatkan risiko melanoma hingga 75%.
Para ahli kesehatan masyarakat juga menyoroti kurangnya bukti ilmiah yang mendukung klaim manfaat tanning bed. Mereka menekankan bahwa tidak ada tingkat paparan UV yang aman, dan praktik ini hanya akan membahayakan kesehatan jangka panjang, terutama bagi generasi muda.