Mimpi Berpengaruh pada Suasana Hati Pagi

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mimpi yang Anda alami dapat memengaruhi suasana hati di pagi hari. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep ini menemukan bahwa orang yang bermimpi dengan unsur ketakutan cenderung memiliki suasana hati yang lebih buruk saat bangun tidur.

Meskipun penelitian ini tidak menyatakan bahwa mimpi buruk secara langsung menyebabkan suasana hati yang buruk di pagi hari, hasilnya menunjukkan bahwa emosi dalam mimpi—baik ketakutan maupun kegembiraan—dapat memengaruhi fungsi psikologis seseorang. Para peneliti menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan ini secara lebih mendalam.

Temuan Utama dari Studi

Para peneliti menganalisis data dari Boston College Daily Sleep and Well-Being Survey, yang melibatkan 1.518 partisipan berusia 18 tahun ke atas. Selama satu setengah tahun, partisipan mengisi survei harian yang mencakup catatan tidur dan laporan suasana hati di pagi hari. Mereka juga diminta untuk melaporkan mimpi yang dialami serta seberapa baik mereka mengingatnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Orang yang mengalami mimpi dengan unsur ketakutan memiliki kemungkinan 7% lebih tinggi untuk memiliki suasana hati yang lebih buruk di pagi hari.
  • Mereka yang mengalami kombinasi mimpi ketakutan dan kegembiraan memiliki kemungkinan 20% lebih tinggi untuk bangun dengan suasana hati yang lebih tenang.
  • Sementara itu, individu yang mengalami mimpi dengan unsur kegembiraan yang tinggi memiliki kemungkinan 9% lebih tinggi untuk bangun dengan suasana hati yang positif.

Pendapat Ahli tentang Mimpi dan Kesehatan Mental

Nicole Andreoli, PhD, psikolog berlisensi dan penulis buku Mindfulness the ADHD Parent, menjelaskan bahwa mimpi sering menjadi topik pembicaraan dalam terapi. "Banyak klien saya bertanya tentang interpretasi mimpi dan mencoba memahami maknanya serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari," ujarnya. "Hal ini terutama berlaku untuk mimpi yang emosional, karena mimpi tersebut cenderung memengaruhi suasana hati di pagi hari. Banyak klien saya melaporkan merasa cemas atau sedih setelah bangun karena isi mimpi yang mereka alami."

Alex Dimitriu, MD, ahli psikiatri dan kedokteran tidur yang juga tidak terlibat dalam studi ini, menambahkan bahwa tidur REM—di mana mimpi terjadi—dapat dianggap sebagai lingkungan terapi virtual. "Dalam keadaan mimpi, tanpa adanya norepinefrin (adrenalin), otak memutar ulang peristiwa emosional untuk diproses," jelasnya.

Mengapa Mimpi Penting bagi Kesehatan Mental?

Meskipun tidur merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, dampak mimpi terhadap kesehatan mental masih kurang dipahami. Studi ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mimpi dapat memengaruhi suasana hati seseorang di pagi hari. Para ahli menekankan pentingnya tidur yang berkualitas dan pengelolaan stres untuk menjaga keseimbangan emosional.

Jika Anda sering mengalami mimpi buruk atau mimpi yang mengganggu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental. Mereka dapat membantu Anda memahami dan mengelola emosi yang muncul dari mimpi tersebut.

"Mimpi adalah jendela ke dalam pikiran bawah sadar kita. Memahami isi mimpi dapat membantu kita mengenali dan mengatasi emosi yang tersimpan."

Sumber: Healthline