Nancy Cox, seorang tokoh terkemuka dalam penelitian influenza global selama beberapa dekade, meninggal dunia pada Kamis (waktu setempat) akibat glioblastoma, sejenis kanker otak. Ia meninggal pada usia 77 tahun.
Selama 22 tahun, Cox memimpin tim influenza di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Ia berhasil mengembangkan tim tersebut dari hanya 14 orang menjadi lebih dari 100 ahli. Selain itu, Cox juga menjabat sebagai direktur World Health Organization’s Collaborating Center for the Surveillance, Epidemiology, and Control of Influenza yang berbasis di CDC.
Kontribusi besar Cox dalam bidang kesehatan global, terutama dalam pengawasan dan pengendalian flu, menjadikannya sosok yang sangat dihormati di kalangan ahli epidemiologi dan peneliti penyakit menular. Ia dikenal karena dedikasinya dalam memajukan sistem deteksi dini dan respons terhadap wabah influenza di seluruh dunia.
Kematian Cox meninggalkan warisan penting dalam dunia kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi flu. Para koleganya di seluruh dunia mengenangnya sebagai sosok yang visioner, pekerja keras, dan inspirator bagi generasi berikutnya.