Netanyahu Memilih Pewawancara Sendiri untuk Wawancara Eksklusif
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapatkan keistimewaan dalam wawancara eksklusif di program 60 Minutes CBS pada Minggu (15/9). Bukan hanya wawancara biasa, Netanyahu bahkan diberi pilihan untuk memilih pewawancaranya sendiri.
Menurut laporan The New York Post, Bari Weiss, editor-in-chief CBS, memberikan pilihan kepada Netanyahu antara Lesley Stahl—wartawan senior 60 Minutes—atau Major Garrett, kepala koresponden Washington CBS. Yang mengejutkan, Netanyahu memilih Garrett, meskipun Garrett bukan bagian dari tim 60 Minutes.
Lesley Stahl diketahui telah berusaha selama berbulan-bulan untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengan Netanyahu. Namun, Weiss justru mengambil alih proses tersebut dan memberikan Netanyahu kebebasan memilih pewawancara. Keputusan ini menuai ketidakpuasan di kalangan staf 60 Minutes, termasuk Stahl.
"Bari melakukan apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan wawancara itu. Kantor Bibi memilih Major alih-alih Stahl."
Intervensi Bari Weiss dalam Program CBS Menimbulkan Kontroversi
Sejak menjabat sebagai editor-in-chief, Bari Weiss diketahui sering ikut campur dalam keputusan editorial dan jurnalistik di CBS. Beberapa tindakannya antara lain:
- Menghentikan pemberitaan tentang migran Venezuela yang dideportasi ke El Salvador oleh pemerintahan Trump pada 2023.
- Tidak memperpanjang kontrak Sharyn Alfonsi, jurnalis yang menulis laporan tersebut.
- Mengubah naskah dan suntingan mendadak dalam program CBS Sunday Morning mengenai penggalian arkeologi di Tepi Barat.
- Mengedit wawancara Zaid Azhari, peneliti warisan budaya, sehingga terkesan menyembunyikan sejarah Yahudi.
Azhari mengaku bahwa wawancaranya diedit secara selektif untuk menampilkan dirinya sebagai pihak yang menghapus sejarah Yahudi. Kritik pun bermunculan, menuding Weiss menempatkan ideologi di atas jurnalisme.
Kecenderungan Pro-Trump dan Pro-Israel di CBS
Bari Weiss dikenal memiliki pandangan pro-Trump dan pro-Israel yang kuat. Kebijakannya dalam program-program CBS, termasuk 60 Minutes, dianggap semakin mencerminkan sudut pandang tersebut. Hal ini membuat pemerintah Israel dan Gedung Putih merasa senang dengan arah pemberitaan CBS saat ini.
Kritik terhadap Weiss semakin keras, terutama karena dianggap mengabaikan prinsip jurnalisme netral dan objektif. Para jurnalis dan pengamat media mempertanyakan independensi CBS di bawah kepemimpinannya.